Senin, Desember 27

Trip Penuh Emosi ke Ujung Sukabumi PART ONE


Jumat,24 Desember 2010

Jam. 4.30 am

Tiba- tiba aja kepikiran mendadak, karena seperti biasa aku orangnya sangat suka mendadak dan impulsif, pengen ke Pantai...padahal semua orang tau aku engga suka Pantai.


"Yakin kamu berani ke Ujung Genteng Di," tanyaku ke adik sepupu. Dia sich oke aja. Secara sangat suka runaway juga sama seperti aku kalau lagi ingin menghindar dari masalah, or, kalau lagi sangat merasa jenuh. Sama-sama suka runaway dan bukan menghadapi masalah, dan sama-sama BERANI! Ini yang perlu digarisbawahi.

Akhirnya jam 5 subuh Jumat tanggal 24 dimana malamnya holy night itu, dengan cueknya, hanya pake sendal jepit, celana pendek, jacket dan ransel dengan baju asal masuk, aku pun pergi. Kepalaku tanpa rencana. Isinya hanyalah "kumaha engke lah", a.k.a gimana nanti aja. Lagipula, anggie terbiasa hidup dengan kata gimana nanti...

Sepupuku semangat sekali, mungkin karena dia belum pernah ke Ujung Genteng xixixi, padahal aku juga
belum...bahkan engga pernah terlintas sama sekali tadinya, kan udah dibilang sangat benci pantai.

Akhirnya setelah sambil mikir di jalan naek apa, kita memutuskan untuk naek kereta aja. Alasannya, pertama, biar ada variasi, secara katanya ke Ujung Genteng bakalan berbelas-belas jam, kedua, bis yang langsung Jakarta-Sukabumi se subuh itu belum lah ada. Jadi dua sepupu ini pure backpacker dengan naik turun angkot dan kereta.

Gambir

Kereta kebagian jam 7.44 am. Setelah tengak- tengok (bahasanya selain tengak tengok apa coba?) kami memutuskan naek Pakuan Express, soalnya AC ekonomi adanya siang *padahal mah ga tau jam berapa*. 

Setelah juga memaksakan mata untuk tetap melek (even sepupuku akhirnya jatuh nge-gelesot (apa ya bahasa yang keren...semacam tergeletak begitulah) di stasiun, dan aku menghabiskan satu cup kopi yang rasanya amit-amit ga enak dan harganya mengerikan pula, jam 7.44 pun datanglah

Udah lama aku enggak naek Pakuan...tahun 2007 terakhir...jadi ada rasa kangen lagi...


Di dalam kereta habis-habisan ketawa. Untuk mengusir rasa ngantuk, setiap orang yang lewat kita komentarin, soalnya emang aku dan sepupuku sangat suka mengomentarin orang *padahal kita juga sama sekali ga perfect* tapi rasanya bikin ketawa aja liat expresi orang yang lucu, at least dalam benak kita loh yah...

BOGOR

Jam 8.44 nyampelah kita ke Bogor...ngantuk luar biasa. Tapi tetap dengan jiwa "kumaha engke" kita melanjutkan langkah

Di bogor sepupuku ribut ingin foto. Ya foto sajalah. Padahal aku udah ribuan kali ke Bogor. Secara kota ini pernah punya cerita kheses bagiku.

Well ya, sebagai backpacker amatiran, aku iyakan saja. Karena bagaimanapun juga, saran untuk foto itu berguna juga, karena kan untuk menggambarkan sejauh mana metamorfosa penampilan kami dari mulai kucel sampai super kucel, dari Jakarta ke Ujung Sukabumi.

Dari Stasiun Bogor aku putuskan untuk naek angkot. Yang decision maker ya aku lah.Bukannya aku lebih pinter, tapi bukankah dua orang bodoh jika bersatu akan menjadi setengah jenius xixixixi...:)

Naek angkot ke Terminal Bogor, kata Bapak timer disana, engga ada bis yang bisa membawa ke Surade, (oya nama Surade ini sangat familier dan terkenal untuk orang yang ingin trip ke Ujung Genteng, karena rupanya di Desa Surade di Kabupaten Sukabumi ini adalah Desa yang "berperadaban" terdekat dengan si laut Ujung Genteng yang bener-bener di Ujung ini)


"Jadi kami mesti kemana Pak?" tanyaku agak pusing. Gawat mana ongkos pas-pasan, nekat pula, bis nya engga ada pula.


Oya, saat perjalanan ini, sebetulnya aku dan sepupuku sedang dalam keadaan amat sangat bersitegang, karena sebab musabab dan permasalahan yang sangat tolol dan dangkal, apalagi kalau bukan lawan jenis...hhikksss huekssss, untung selesai...(I HOPE)

Mual rasanya mendadak perutku, juga kepalaku. Tapi kupaksakan aja liat sepupuku masih exciting tampaknya.

"Adanya ke Sukabumi dulu, baru ke Surade,kalau Neng mau nunggu yang langsung ke Surade takut kemaleman dan ga keburu" kata si Bapak.


Ya sud. Naeklah aku ke sebuah elf yang isinya berjejalan dengan berbagai bau badan manusia, jenis kelamin, dan terutama dengan penumpang yang melebihi quota. Harusnya isi 11 orang dengan supir, dipaksakan jadi 16. My Godness...beginilah rasanya miskin...

Terus kita berjejalan di dalam si Elf L 300 ini selama kurang lebih 3 jam, from Bogor-Sukabumi.

Sukabumi

Jam 1 atau 2 siang Aku sampai di Sukabumi. Kalau aja emang tujuannku bukan ke UJung Genteng, atau kalau saja uang di sakuku tidak pas-pasan atau kalau saja aku nekat berpetualang yang tidak amatiran, aku pengen keliling dulu kota Sukabumi. Karena nice kurasa...kulihat, ada sedikit gimana gitu... cocok buat runaway terus cari inspirasi menulis...

Sampai di Sukabumi, angkot berikutnya yang membawa ke Desa Surade tidak ditemukan.. Nah loh..apa kesiangan ya??

Ternyata si angkot bukan di terminal tempat kami turun. Tapi masih di terminal yang lain. So, kami naek ojeg yang lagi-lagi tidak murah harganya ke terminal yang dimaksud. Namanya Terminal Lembur Situ. Dari terminal inilah ada si kendaraan (lagi-lagi elf L 300) yang akan membawa kami ke Desa Surade, nama yang membuatku merinding entah kenapa. Dalam benakku itu desa terpencil dan gimanaaa gitu. Kaya game silent hill yang sering aku maenkan dulu di Play Station.

"Mau kemana Neng, " tanya si tukang ojeg iseng
"Mau ke Ujung Genteng Bang, "
"Wah kesorean atuh, berdua aja? cewek cewek?"
"Iya Bang,"
"Waduhhhhhh berani bangettttttt, " jawab si Tukang Ojeg. Entah kasian atau ngasih compliment dengan kalimat "waduh berani banget itu" lagi pula enggak bisa kunilai dari eksresi wajahnya karena aku di belakang. Cuman dari nada bicaranya aku tau dia salut. Makin merindinglah Aku.

Astaga Anggie...what the hell are you doing ???? mau kemana??? berdua pula, menuju desa antah berantah menjelang twilight...

Tapi terlanjur basah. lagian percuma juga, mau gimana lagi, masa mau balik lagi?

Sukabumi-Surade

Nah...akhirnya dari terminal Lembur Situ  ini, oya si terminal ini adalah Sub Terminal, jadi kecil, terminal yang hanya ada angkot angkot tempat transit nya mobil-mobil pengangkut sayur, pedagang dari dan ke Surade ke sekitrantnya dari Sukabumi.

Naek Elf L 300 lagi....dan kembali berdesak-desakan..

Yang unik, penumpang di elf yang ini ceria-ceria, tidak kucel dan penuh tanda tanya dan emosi seperti kami. Kupikir tujuan mereka dekat dan tidak sejauh kami, ternyata you know what mereka juga sama turun di Surade, dengan tanpa tidur sama sekali dan terus ngoceh tak berhenti, padahal aku dan sepupuku selama 4 jam duduk di L 300 itu terbanting ke kanan ke kiri, kepala kejedot sana sini, mengingat jalan berliku dan super berkelok-kelok. Luar Biasa akan membuat mual bagi yang mabok perjalanan.

Dulu aku sering mabok kalau perjalanan jauh. Tapi seiring waktu dan seringnya travelling serta usia yang semakin menua (hihihi) aku enggak pernah mual lagi.

Itu jalan Sukabumi-Surade jauh lebih parah dari jalur Puncak, atau Cadas Pangeran di Jawa Barat, ketika lepas dari Cirebon menuju Bandung, atau dari Probolinggo ke Gunung bromo. Wah parah. Super berkelok-kelok mungkin yang mengalahkan seperti kelok 44 di Sumatra Barat yang konon katanya jika ingin ke sebuah kota bernama Kepahyang, kelok serupa akan membuat orang mual tak karu karuan.

Alhamdulilah aku dan sepupuku tidak. Tetap nyengir dengan cueknya dan tetap ketawa ketawa-tidur, ketawa-tidur lagi, dengan punggung pegal dan pantat hampir rata rasanya.

Finally.. Surade

Jam 4.pm

Terminal desa Surade asli sepiiiiiiii, enggak ada satupun angkot, elf, kuda, becak, atau apapun...

Sama sekali engga ada. Sehingga supir Elf pun bertanya, apakah kami mau carter saja langsung ke Ujung Genteng, tadinya aku akan mengangguk aja, daripada terlantar di desa terpencil yang jauh dari peradaban begini.

Eh untung lah, ada Elf L 300 berikutnya yang datang dan menawarkan kepada kami untuk ikut aja sekalian dengan rombongan yang mau ke Ujung Genteng. Jadi kami pun langsung mengelus dada mengucap syukur, Alhamdulilah Allah selalu melindungi. Selalu.

Dengan perasaan gimana gitu aku langsung berdizikir....astaga,,,how many hour again I had to going trough untuk nyampe pantai yang katanya berbatasan langsung dengan samudra Hindia ini?

Ternyata hanya 1 jam (hanya loh yah..mengingat dari pagi tadi, selalu minimal 3 jam duduk terpaku di dalam mobil..

Ujung Genteng

Ternyata jaraknya kurang lebih 33 km...ugghhhhh..total perjalananku seharian dari Jakarta berarti 12 jam karena jam 5 pm tepat aku sampai di pantai Ujung Genteng ini.

Senin, Juni 14

Apakah Benar Hanya Kau?

apakah benar hanya kau.
kurasa tidak juga
apakah mungkin jalanku menuju kau?
kadang bahkan sering kuragukan itu.
tapi hatiku yang lain bertanya
mengapa sulit kutemukan kekuranganmu/
setiap kuberhasil menemukannya
setiap kali pula tersadar betapa semunya

tanpa cela
tanpa cacat
setidaknya itu tampaknya kau terlihat

Kenapa sulit sekali untuk mengatakan bahwa memang tak mungkin
tak mungkin
tak mungkin

Perutku masih sering mendadak kram dan mulas setiap namamu melintas
Jantungku berdebar mendadak setiap kau melintas dalam benak

Ya Tuhan
sampai kapan aku seperti ini?

berpijak tapi tak menapak
berdiri tapi goyah
tersenyum tapi pura pura

kadang ketulusan yang kupikir kupunya
satu satunya kupunya adalah
saat aku dengan menerima kau sepenuhnya
dengan segala ketidakmungkinan yang kau punya..

sku mencintai kekuranganmu
aku memuja kekuranganmu
yang bagiku justru hasil
dari pencarianku selama ini

Jumat, Juni 11

BUKAN KAMU

Mungkin aku adalah sesuatu yang terlewatkan olehmu
Mungkin bagimu bertemu denganku terlambat lima atau sepuluh tahun
Entah kenapa mengenangmu kali ini sesulit aku melupakanmu
Tak ada lagi rasa
Hanya menyisakan pertanyaan mengapa

Mengapa
dan mengapa
meski seharusnya tak perlu lagi dipertanyakan mengingat
sudah terlanjur terjadi

Tapi adalah wajar jika aku bertanya
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?

bertemu denganmu lagi sama sekali tidak pernah melintas
dalam salah satu khayalanku yang terliar sekalipun
Namamu sama sekali tidak pernah tercatat dalam radar otakku sejak dulu
Karena aku tak bahkan tak berani membayangkan itu

Mungkin Allah meletakanku pada posisi itu
Mempersilakanku masuk pada jalan yang sudah dibukaNya
berani atau tidakkah aku masuk dan menyapa takdirNya.
Tapi tidak
Kebodohan dan ketidakmampuanku mengalahkan perasaan dan pikiran
membuatku akhirnya tak jadi menjalani jalan itu.

Jalan salah yang kutempuh
secara tak sengaja saat denganmu
barangkali
mungkin pasti
adalah representasi
dari ketidakyakinanku
keraguanku
yang tidak mau mengakui
bahwa orangnya BUKAN KAMU

Maha Melihat

Opick and Amanda
Seiring waktu berlalu,
Tangis tawa dinafasku.
Hitam putih di hidupku, jalani takdirku.
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa,
Segala apa yang terjadi engkaulah saksinya,
Kau yang Maha Mendengar,
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
padaMu hati bertobat.
Kau yang Maha Pengasih.
Kau yang Maha Penyanyang,
Kau yang Maha Pelindung
padaMu semua bergantung.
Yang dicinta kan pergi.
Yang didamba kan hilang
Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan.

Andai bisa kumengulang waktu hilang dan terbuang.
Andai bisa kukembali hapus semua pedih.

Andai mungkin aku bisa kembali ulang segalanya,
Tapi hidup takan bisa meski penuh dengan air mata.

Kamis, Juni 3

Jantungku Copot dan Jatuh ke Sendal

Jantungku berebar tak karuan
selalu seperti ini
rasanya copot dan jatuh ke sandalku
selalu seperti ini
setiap kali berbicara soal hati

apalagi tadi malem

kenapa harus bales sms nya sich..
kebodohan yang doble
triple malah
sangat tolol

sms sok tak butuh
sms sok ga inget
padahal setiap inci dari tubuhnya aku ingat (eh engga juga)
intinya..menyebalkan
ya Tuhan

"istiqomahkan:ilfilku

Senin, Mei 24

Antara Tekanan Batin atau Asma

Antara Tekanan Batin atau Asma

Bekerja di kantor ini membuatku lebih banyak menghela nafas berat
kedengerannya kelihatannya jadi seperti campuran antara asma atau kepenuhan asap rokok
Ah tidak juga
meski aku peroko tapi bukan kaliber berat
Tidak
Aku bukan jenis peroko yang kelimpungan ketika batang terakhirnya habis
dan buru buru lari ke warung samapi rela engga makan asal meroko

Tidak
aku biasa biasa aja

social smoker boleh dibilang
saat saat tertentu yang sekiranya nyaman buatku aja aku menghisap batang beracun itu

Aku juga bukan jenis manusia yang lebih rela enggak makan daripada engga meroko
Gila aja..
enggak lah

So..
jelaslah,
Helaan nafasku yang berat bukan karena asap roko

tapi lebih karena tekanan batinku

Bekerja di kantor ini bukannya membuatku semangat
Tapi neraka kurasakan dari hari senin-jumat

Bukan waktunya lagi aku untuk lebih mempertimbangkan kebutuhan materi tapi batinku tersiksa

umur sudah pendek
usia sudah maju
dunia makin tua
hidup sebentar
masa dihabiskan juga dengan hidup yang sama sekali tidak membuatku bahagia

Biar saja..aku masih sendiri ini
apaoun yang kulakukan sebenarnya tidak beresiko
tidak melibatkan nyawa dan hidup orang lain
Hanya hidupku sendiri

Yang penting aku tidak mau menghela nafas berat lagi
tidak mau menangis di depan komputer lagi
tidak mau bertanya tanya apa salahku lagi
tidak mau terus dipermalukan lagi
biar saja.

aku mau menikmati kebebasan dan hidupku sendiri

aku tidak mau menghela nafas berat lagi

LAGU DARI BERUANG BUAT KU

PERGI DENGAN INDAH
SONG BY KERISPATIH

dedicate from beruang buat eneng

SAAT KU TAK MAMPU BERTAHAN LAGI
YANG KUMAU HANYA TAK MENYAKITIMU
BIAR SAJA KU TAU SENDIRI
CINTA ITU TAK HANYA MENCARI
KESENANGAN DIRI

SAAT KU HARUS KATAKAN PEPRISAHAN
YANG KAU MAU HANYA KU TETAP BERSAMAMU.
AKU SANGAT MENGERTI SAYANGKU
TAPI MAAFKAN INI SEMUA
HARUS BERAKHIR..

AKU MASIH CINTA
ITU SEBABNYA KU PERGI
AKU MASIH SAYANG
ITU SEBABNYA KUMINTA KAU BERFIKIR...

CINTA BUKAN....
TAPI CINTA MEMAHAMI
SEMOGA HIDUP INI LEBIH BERWARNA BAGI KITA
MESKI HARUS TERPISAH JAUH

AKU MASIH CINTA
ITU SEBABNYA KUPERGI
AKU MASIH SAYANG
ITU SEBABNYA KUMINTA KAU BERFIKIR

Kamis, Mei 20

AKU CINTA 42

Misteri Empat Dua
Cerita ini kutulis pukul 4.42 pm atau 16.42 WIB detik ini di kantor ku. Saat sudah jenuh dengan pekerjaan yang membuat mataku serasa juling karena dari pukul 8.45 pagi tadi di depan komputer mengetik artikel yang bikin kepalaku pusing juga karena deadline. Kenapa aku cinta empat dua? Apa maksudnya? Apa itu angka keberuntungan?nomer hape cantik? Atau angka togel J. Pasti atau mungkin itu pertanyaan para pembaca semua. Aku jawab tidak tau. Sengaja kutulis gado2 ini di menit 42. Kali ini sengaja aku menyapa si angka ini. Kenapa? Karena angka ini biasanya kerap menyapaku setiap detik, setiap waktu setiap saat tanpa aku sengaja mengundangnya. Sejak tahun 2008, setiap kali melihat jam, secara kebetulan (tadinya kupikir kebetulan) menit selalu menunjukkan angka 42. Tidak ada yang aneh sebetulnya. Sampai kebetulan terjadi di atas kebetulan. Betapa setiap tak sengaja mataku (bukan sebentar sebentar melirik atau sengaja menunggu jarum jam berputar lho) melirik jam baik di handphone, atau jam dinding menitnya selalu pas 42.

Hmm, karena aku tipikal org yang detail dan senang menghubung2 kan kejadian, segera saja aku analisa. Sempat terpikir apakah ini sebuah pertanda aku balikan dengan mantanku (mengingat nomer hapenya kebetulan adalah 42) tapi segera kumentahkan pikiran konyol. Tapi si angka semakin menggila karena sepanjang 2009 aku makin sering melihatnya dimana mana dan TIDAK SENGAJA. Dari mulai naik taxy, nomer lambungnya 42 (enggak mungkin aku menyetop taxy dan dengan segaja melihat dulu nomer lambungnya, ngapain juga coba) sampai jam digital raksasa di jalan tol begitu aku lewat disana, si 42 ini dengan suksesnya muncul dalam radar mataku. Cape-cape muter cari kain di tanah abang begitu dapat yang cocok, kok ya dapet di blok yang nomernya 42. Kalau jam wah, jangan ditanya setiap melirik dalam satu hari pasti lebih dari tiga kali si angka menyapa.


Sampai masuk tahun 2010 aku mengalami patah hati yang amat sangat. Kekasihku hilang karena satu dan lain hal, hubungan kami tak mungkin dilanjutkan. Rasanya sakit, sedih dan sebagainya. Dan si angka menemani. Lucunya, anehnya, mengherankannya, lagu di MP3 yang kuputar di folder khusus lagu mellow kok ya durasinya semua sekian menit 42 detik. Wah, mulailah aku lebih dramatis, entah karena kebuntuan pikiranku, atau mungkin karena kesedihanku yang amat sangat membuat pikiranku dikuasai otak kanan. Kreatif mengembangkan imajinasi yang cenderung tidak-tidak. Otak kiri ku sama sekali buntu. Imajinasi negatif mulai berkembang. Pertanyaan-pertanyaan ajaib dan irrasional mengemuka. Apakah aku akan mati tanggal 4 februari ( 4 bulan 2) atau apakah aku mati umur 42? Atau aku akan menikah tanggal 4 februari atau menikah dan bercerai di tanggal dan bulan itu? atau apakah aku akan mati tanggal dan bulan itu? Wah, pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Aku terus bertanya, ada apa dengan empat dua? Kenapa angka ini begitu sangat “menghantui”? Sampai suatu hari di bulan februari 2010, aku memutuskan untuk semakin meyakinkan diriku bahwa memang “ada apa apa” dan ada “maksud” dengan si angka ini. Pada tanggal 4 februari 2010, ketika pada tanggal ini ternyata aku tidak apa-apa, tidak mati, tidak celaka, aku merasakan kelegaan yang sulit tergambarkan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada mbah google, yang mengalahkan orang pintar dan mbah dukun manapun di bumi ini J. Sambil harap-harap cemas ku-googling saja 42. (untuk pertama kalinya sejak 2008) sebab baru kali itu pula lah sejak 2 tahun aku mencoba untuk “menyelami kehadirannya”. Dan jawabannya adalah:


“42 is key of the universe”



Sejenak aku tertegun, what?! Ternyata ada page khusus tentang 42 di facebook, ternyata ada banyak page yang membahas tentang 42. Semuanya memiliki korelasi serupa. Intinya 42 adalah angka yang berhubungan dengan misteri alam, semesta, dunia, pertanyaan yang tak terpecahkan, hubungan sebab akibat peristiwa alam dan semacamnya. Masih penasaran dan agak bingung apa hubungannya alam dengan aku, akhirnya terus kuberselancar di dunia maya dan oh my God, ternyata kutemukan sebuah nama, inisialnya K dan wanita ini entah bagaimana, somehow, dia mengalami kejadian yang sama denganku. Semua nya hampir sama, bahkan dari tahun mengalaminya pun sama, yaitu 2008. Wajah kami mirip, terutama bentuk mata, dan anehnya lagi pekerjaan kami sama, di multimedia dan sama sama sebagai copy writer.



Ia mengiyakan semua pertanyaanku. Dari mulai melihat jam, taxy dan sebagainya. Menurut hasil dari study dadakannya di google, angka 42 jika dijumlahkan adalah 6. Jika dideretkan tiga angka, maka 666 adalah sign of evil. Sebaliknya 42 adalah hasil perkalian 6 x 7, dimana 7 adalah simbol of God. Menurut temanku si K ini, kami disuruh memilih dalam hidup ini. Become pure evil or pure angel. Ada salah seorang temannya mengatakan bahwa mungkin saja aku dan K dan yang melihat tanda ini adalah “the choosen one” yang terpilih untuk jadi wali dan simbol kebaikan atau keburukan. Entahlah. Aku tidak bisa menjawab. Yang pasti sampai detik ini angka 42 tetap ramah menyapa. Saat aku sedih dia muncul begitu sering. Tapi saat aku bahagia dia tidak pernah kelihatan. Hmm, apakah ini signal aku harus segera memilih? Saat ini aku masih di tengah. Belum memutuskan untuk memilih. Mungkin kubiarkan saja tetap jadi misteri, sampai waktu menjawabnya nanti.

Selasa, Mei 11

Tentangku dan Pantai

Aku enggak suka pantai

sama sekali
dan ironisnya pekerjaan ku sekarang harus menulis tentang pantai
Jadi terpaksa dengan segala keluh kesah, perut sakit karena magh terpaksa harus aku tulis juga informasi apapun yang berkaitan dengan pantai.

Rasanya enek, pusing, mual dan membuat memoriku yang buruk tentang pantai jadi seolah mengejkku seiring dengan jari jariku tak tik di atas keyboard..

Engga tau kenapa..aku benci sekali pantai..

Bukan karena pernah tenggelam
Bukan karena pernah kehilangan sandal gara gara salah bermain ombak
atau kejatuhan papan seluncur karena mau gaya gayaan surfing
atau terlempar jatuh karena main banana boat
atau gagal terus main parasailing di tanjung Benoa gara gara kesiangan datang dan air keburu surut..
bukan itu
atau karena terlempar kembali ke memori masa kecil yang coba coba bikin istana pasir tapi tidak pernah jadi karena ibuku tidak menyediakan sekop atau ember sehingga aku harus bikin itu istana pake tangan dan dengan suksesnya hancur lagi sampai aku menyerah dan pulang
Bukan karena semua itu...

Tapi kesanku tentang pantai hanya satu
panas, bikin kulit hitam, air laut bikin kering dan asin, pasir bikin kotor celana dan sandal, dan saat melihat horizon seperti gimana yah engga enak rasanya

kaya ada sesuatu yang membuatku berhenti berharap
memandang horizon itu membuatku merinding
entah yah mungkin orang lain enggak bisa masuk ke dalam pikiran dan analisaku tentang horizon
tpi kalau di pantai dan kemudian melihat itu horizon, kaya ada yang menarik seluruh keyakinanku,
mungkin karena nyata banget aku merasa begitu kecil dan nothing dan begitu mudahnya laut menalanku...
apa gitu ya?
bisa juga karena perasaan begitu berhadapan dengan pantai aku merasa ga menyatu aja..
Luas nya menyeramkanku
membuatku merasa ..nothing..

tidak ada satupun memori, kejadian atau akankah yang belum terjadi yang bisa mengubah kesan dan minatku akanmu pantai..
tidak sama sekali
atau belum sama sekali
pokona ini aku..
yang benci
dans ama sekali tidak suka dengan mu
pantai, laut dan keangkuhanmu

ya ..pantai, laut..kudientikan dengan angkuh

Senin, Mei 10

and..I love him part II

I give Him all my Love
Thats all i do
And if You saw my love
You'd love Him too
And..I Love Him...

He gives me everything
and tenderly
The kiss my lover brings
He brings to me
And.. I Love Him...

( original song taken from The Beatles : And..I Love Her)

Lagunya aku ubah...
engga mungkin donk i love her...bencong donk gw...
jadi jadi I Love Him...

Lucu juga ya
kalau didengerin
seharusnya lagu itu bisa menginsiprasi setiap orang terutama yang sedang jatuh cinta
karena liriknya semua tentang cinta dan bagaimana seorang pria mengekspresikan cintanya untuk sang wanita dan how thankfull he is

Tapi aku engga..
justru lagu itu bagiku kedengerannya sedih...
tentang mencintai kesedihan karena cinta itu sendiri
seperti juga cintaku yang sampai sekarang belum hilang..
buat dia seorang
kesempurnaan pencarianku berhenti..
masih berhenti pada dia..
paling tidak sampai detik ini
hanya bisa kubilang
how..i love him..
i was
i still
i will
ever
LOVE is Him
and..I love Him

Minggu, Mei 9

and..i love him

And I love him
No matter he took my breath away..
I love him
No matter he hurt me for many times
I love him
Untill I can't see the difference between adore or moron..
I love him
With all the time I had
With all my heart that I gave
With all my life if he want me to give

I love him
In every breath I take
lovin in to each inch of him
I love him untill in every blink
To reach him I ll do anything

And...


After almost 3 years after...

I looked back in thos poems i wrote above 

I laugh.....Now i feel like moron..

Totally...

That was not love poems...

That was moron poems..

I dont love him anyomore instead I feel ....pity to my self when I read this poems again


My Gosh..

Rabu, April 14

Suatu saat

Suatu saat

dia pasti mengerti,
dia pasti tau,
dia pasti menjawab
dia pasti mengingat
dia pasti tertawa
dia pasti menangis
dia pasti melamun
dia pasti termenung
dia pasti berdoa
dia pasti merasa

Suatu saat
Aku pasti mengerti
Aku pasti tau,
Aku pasti mendengar
Aku pasti tertawa
Aku pasti tersenyum
Aku pasti bersyukur
Aku pasti menerima
Aku pasti merasa


Suatu saat
kami...akan bertemu lagi

Senin, April 12

Kemarin Kulihat Dia dan aku Mati Rasa

Kemarin kulihat dia lagi
Matanya merah sekali
entah cape entah memang sudah begitu dari sananya

seperti vampire
atau manusia serigala
yang jelas tidak setampan edward cullen atau Jacob di twilight SAGA

yang kupersoalkan bukan mata merahnya
tapi apa yang dia bicarakan
terasa hambar di telinga
antara menahan harga diri dan keinginan menyatakan rindu yang sama

Kemarin Ku liat Dia
dan kini...
hanya
HAMPA

hahahaha

Jadi ingin ketawa tapi nangis
atau nangis sambil ketawa
atau dua duanya sekalian biar dibilang gila..

astaga..jadi
yang dia bilang selama ini..
entah apa itu namanya..
sampai semeyakinkan itu
ternyata palsuuuu
astaga palsu..
sandiwaranya jagoan..
mengalahkan pemain sinetron kacangan sampai pemenang oskar..
jauh lebih jago dia?

benarkah?
benarkah?
palsukah?
atau dia benar amun enggan mengaku?

Memang Sudah Punah

Memang sudah punah
Aku ngga ngerti kenapa bisa secepat itu
Ku harap perasaan dan pikiranku juga bisa ter refresh dengan begitu cepatnya sepertinya mendadak pudarnya rasa dia untukku

setelah berserabutan pikiran ini
setelah berdesakkan perasaan ini ingin tumpah
akhirnya terurai satu persatu dan semakin lama semakin jelas
bahwa intermezoo dimana mana mana tidak ada yang tidak indah..
selalu cenderung indah karena membelokkan kita sesaat dari rutinitas

namun..pada akhirnya kita harus kembali pada jalan dan rutinitas kita
dan jangan membiarkan diri terlalu terlarut jauh dalam intermezzo yang dramatis

aku..mendapat pencerahan dari segala sudut, tp tetap saja otak ku ingin menggelapkan diri

Kamis, April 8

Dan Ternyata...

Dan ternyata cinta yang membutakan aku..
Meletakan aku dengan sangat antara surga dunia dan surga akhirat.
Memposisikan aku pada pilihan antara yang bisa kunikmati sekarang dengan apa yang bisa kunikmati dengan keyakinan iman


Dan ternyata cinta..yang menarikku kembali..
yang membuatku tak segan bercanda dengan harga diri.
Seperti orang bodoh..
kecenderungan untuk tolol selalu kulakukan atas hal hal yang berkaitan dengan hati.

Dan ternyata cinta..yang membuat jantungku berdegup tak terkendali.
sampai kelu lidah untuk berucap
sampai kabur mata untuk bisa menfokuskan pandangan.

Dan ternyata cinta
yang membuatku berlebihan..

bisakah kita bicara

Bisakah Kita bicara sekali ini saja?
astaga kalau kau tau..
gemetranya sekujur badanku ketika bisa mendengar suaramu lagi?
atau membayangkan kau membayangkanku saat jari jarimu menyusun kalimat di alat kecil bernama handphone..

Bisakah kita bicara lagi?
saat jarak tak lagi terasa
suaramu dekat di telinga seperti dewa
menenangkan ku dri ujung kaki sampai kepala

Bisakah kita bicara sekali lagi
Kudengar lagi suaramu yang melintas darat
dalam langit yang sama di ruang berbeda
tapi bagiku lebih dari nyata

Bicara dengan rasa sungguh berbeda..
bicara dengan asa lebih menenangkan jiwa..
berbeda rasanya..berbicara denganmu dan dengan orang lain yang tak tau apa apa..
dengan mereka lebih dr hampa
tp denganmu, seluruh jiwaku tertawa...

Tapi..
meski langit kita masih sama
bumi yg kita pijak juga sama'
waktu yang memeluk kita masih sama
dimensi kita masih sama

semua sudah hampa.
ketika kau
yang memang sudah enggan lagi
berbicara...

Rabu, April 7

Halimun

Halimun dalam bahasa sunda artinya kabut
Kabut..mengapakah engkau memenuhi pikiranku?

Kabut adalah kumpulan uap air yang naik ke udara dan tak mampu ditahan oleh suhu udara sehingga menjadi kabut. Secara Internasional pula kabut diakui sebagai kumpulan embun yang mengganggu pandangan mata..


Dan..
Kabut juga mengganggu pikiranku
bukan menganggu lagi tapi menguasai seluruh radar penglihatanku
serabut syarafku
otakku
hatiku

kabut yang menambah gelap
pekat sekali
seperti wajah setan di hidungku
seperti kegelapan menciumku

kabut..
pekat sekali..
menghitam sempurna
terbentuk dari embrio janjimu yang percuma

Kabut...
Pekat sekali menghitam di mataku
mengaburkan pandanganku yang terbatas dengan ragu

Tuhan...
sebenernya ingin kulupakan

Ingin sekali...inginnn

tapi bagaimana caranya???

Tak Bercelah

Entah dimana dia sekarang
Apa yang dia pikirkan
Bagaimana Hidupnya sekarang

Masihkah sama?
Masihkah sama?
Ritme yang biasanya mudah kubaca
Tapi waktu merampas semua

Entah bagaimana dia sekarang
entah apa yang ia pikirkan
Kutanya hatiku berulang-ulang
Jawabnya tetap tak berubah

Kami Tak ada celah

Kemarin Hujan

Kemarin Hujan
Aku Kuyup dengan godaan
Genap dengan Harapan
Membiaskan Batas
Antara nyata atau bayangan
Mengaburkan Kebimbangan
Mabuk Kebahagiaan

Kemarin Hujan
Ruang Waktuku Bercanda beriringan
Menghadirkanmu Tuan
Membawakanku candu dalam cawan
Melumuri madu di seluruh badan

Kemarin Hujan
Tiada detik tanpa senyuman
Kedinginan tak terasakan
Tak mau kulawan
Membiarkan
serabut asa berkeliaran
Kusemaikan

Tapi aku lupa membangun pertahanan
dari Hujan yang tak lagi sebagai teman
Tak berdaya mendamaikan

Kemarin Hujan
Menyapu candu dan madu dalam cawan
Mengguyur Aku sendirian
Dalam tangisku yang tak keliatan

Monolog

Waktu Kehilanganmu
Sekeping Hatiku Hilang
Jawabku
Akupun begitu

Waktu tak bisa lagi berbicara denganmu
Hatiku Berlubang
Jawabku
Akupun sama demikian

Waktu aku tau tak bisa lagi bercanda denganmu
Aku tak bisa lagi berpikir
Asaku punah seketika
semua anganku sirna
semua tentangmu mendadak hampa

Waktu aku yakin tak mungkin bisa menyentuhmu
Rasanya jiwaku hilang separuh
Sampai menangispun aku tak mampu
Jawabku
Tak satu incipun perasaanku berbeda dengan apa yang kamu rasakan

Waktu aku tau tak mungkin melihatmu lagui
Aku bercanda dengan diriku
Mungkinkah waktu tega mempermainkanku

Kini aku yang bertanya

Ketika nanti kita bertemu lagi
Apa yang akan kau lakukan denganku?
Bercandakah kau denganku
Atau bahkan mentapkupun kau segan?

Ketika nanti kita bertatap muka lagi
Sadarkah kau, kita sebenarnya saling melukai?
Atau memang kau ingin tenggelam dalam norma kepura-puraanmu?

Bila nanti waktu ramah memperlakukan kita lagi
Apa yang akan kau katakan padaku?
Apa kau cukup mempunyai kumpulan kata-kata yang menyenangkan
yang seperti biasa kudengar?

Ketika nanti waktu dengan ramah menyapa kita lagi
sanggupkah kau membuat tangisku tak ada lagi?
Karena
sampai detik ini
air mataku tak pernah bisa berhenti..

Anggia Masih Luka

2010 April 7


Kamis, April 1

Komedi 3 babak

Kunamakan peristiwa yang kualami kemarin drama komedi 3 babak..genrenya semula percintaan..drama romantis, tapi pada akhirnya komedi yang membuat aku tertawa tapi miris..
campuran antara serendipity (tadinya aku berharap kami seperti itu) tapi gubrak!!bukan serendipity..serendipispot yang ada...hasilnya menyedihkan, semi memalukan, cenderung nista untuk di ingat-ingat.
tau kan serendipity..katanya artinya adalah sesuatu yang tidak sengaja kita temukan pada saat kita mencari sesuatu yang lain...simpelnya nich..sebuah kebetulan yang menyenangkan...ketidaksengajaan yang bisa mengubah perjalanan..gitu lah..

Aku dan Kau...

tadinya sungguh kurahap serendipity...
bertemu tak sengaja
di ruang dan waktu yang kebetulan dimensinya sedang bertemu
sedang sama
sedang connected

tapi berantakan di tengah jalan tiba tiba, bukan semata kesalahanku aja ...
menurutku justru ..setelah sekarang ini dengan perih dan sakit kepala kupikir2 lagi..
berantakannya semua ini adalah sign...
sign....tanda kalo jalan yang kutemukan dengan tidak sengaja ini tidak seharusnya aku lewati...
tapi aku memaksakan karena aku senang
di kanan kirinya tidak saja wangi bunga
tapi cemara,
menyejukkan
menyenangkan
bikin dag dig dug.
menggeletarkan
memabukkan..
ia seperti candu..

Ku sangka semula jalan ini benar..
dengan seyakin yakinnnya kupikir ini benar..
dengan senyum yang sebenernya samar
kubertanya berkali kali padanya, pada hatiku dan pada Nya...

pada awal mula tidak ada onak dan duri sama sekali..
jungkir balik bersujud memohon petunjukNya pun toh aku makin didekatkan...
Akupun semakin yakin kalau aku benar
pilihanku benar
makin yakin karena ia melumuri sekujur tubuhku dengan madu
dengan keyakinan bahwa pilihan kita memang benar
dan yakin pasti berhasil
Duh...mabuk...
namanya orang sdang mabuk
meski au tau aku akan mabuk..
tapi aku memang senang dengan resiko...
senang saat aku tau bisa melewati resiko

tapi..Sang Maha Pengenggam Hidup ternyata bukan mendengarkan aku!
sengaja tidak memberi petunjuk kepadaku
tapi
pada orang yang melahirkan aku
dan
ternyata orang yang melahirkanku lebih SAKTI,,,

ketika ia yang meminta
ketika ia yang terusik
ketika ia yang memohon petunjuk

Petunjuk Nya yang diberikan dikirimkan langit yang cepatnya jauh melebihi titipan kilat JNE sampai FED EX yang one night service...ughhh dalam beberapa jam saja petunjukNya sudah langsung terbaca..

kilat cepat...
bam bam bam
semua seperti peluru yang ditembakkan aya brea dengan grenade launcher ke zombie zombie di parasite eve

hancur semua...

ga bersisa...

jalan yang tadinya penuh bunga dan harum cemara itu terbelah berantakan
dag dig dug hati dan aliran darah yang tadinya menggeletar itu musnah..

Ridho ibu adalah ridho Allah

Lah.....siapa yang mampu melawan statement yang sudah dibakukan bahkan dalam kitab suci?
bukan tandingan
bukan lawan
bukan untuk diperdebatkan..

Jadi yaa terima saja...
cuma bisa diem..dan menangis...

Tangisku berhari hari
berhari hari...
berhari hari..
dan tiba pada sebuah titik

aku ingin menjauh dulu

pagi pagi di saat matahari terbit yang biasanya kusambut dengan sembah sujud kuabaikan
yang biasanya aku agak ragu meninggalkan rumah tanpa wudhu..tidak kugubris...
biar...aku lelah meminta
aku lelah memohon
aku capek jungkir balik

aku capekkkkkk aku bosen,
aku almost desperate

aku jalan dalam gelap,
sebenernya bisa aku dapatkan cahaya..
kata Albus Dumbledore..penyihir dalam serial harry potter yang aku addict bilang
cahaya itu bisa kau dapatkan dalam kegelapan sekalipun selama kau tau bagaimana menyalakannya..

Tapi aq g mau..
aku maksa untuk tetap bisa berjalan dalam gelap karena aku mampu
aku sakit melihat cahaya
mataku lagi engga mau silau melihat cahaya
bikin kepala pusing
rasanya duaminggu ini otakku dan kepalaku dan hatiku nyaman berada dalam gelap...

Aku berjalan dengan harapan bahwa si beruang madu yang melumuriku dengan madu mau menemaniku menyusuri jalan gelap sambil pelan pelan mencari cahaya.,,

tapi

serendipispot...

kebetulan, ketidaksengajaan yang kuanggap manis ternyata seperti tebu yang habis air gulanya.
HAMPA!!!
DATAR!!
TAK ADA RASA

dia tidak membantuku sama sekali
tidak ada lagi madu
yang ada dia malah mundur dan berlalu atas nama norma dan berbakti

bakti apa? bakti kepada nusa dan bangsa??!!dan agama???

astaga...
drama percintaanku seketika berubah plotnya menjadi drama komedi..

aku patah hati
ya
itu jelas

tapi aku tidak serta merta menamakan drama cintaku kubawa alurnya menjadi gelap
tidak..
malah sekuat mungkin kugiring menjadi sebuah plot yang lucu
yang bisa bikin penonton ketawa..
sekaligus aku..
pemainnya juga ketawa...
walau sambil menangis..

Drama komediku simpel sederhana tiga babak..
babak pertama : jatuh cinta dan mabuk kepayang, babak kedua: tidak direstui, babak ketiga putus dan mentah lagi..

lho..dimana lucunya???

ada....lucunya di pemain2 pemainnya sendiri..
karena dari awal sudah tau ini drama ceritanya akan cenderung tragis...tapi kami mainkan dengan sekuat tenaga untuk romantis..

dan akhirnya..berdarah begini..komedi yang miris

Rabu, Maret 31

memilih yang tak banyak dipilih

Hidup itu pilihan ..
ke kiri ke kanan.?
aku selalu memilih kiri
saat melangkah ke kamar mandi kaki apa yang seharusnya dipakai? kaki kiri
tp aku malah memakai kanan
saat keluar dari kamar mandi kaki apa yang kita pakai? harusnya kaki kanan
aku malah refleks memakai kaki kiri..

saat ada dalam kegelapan dan butuh cahaya, kita harus melangkah meraba mencari celah bukan?
aku malah makin merunduk mencari kegelapan yang lebih pekat dan menangis disana

aku senang kiri
aku senang kiri

karena kanan selalu sakit hati
karena yang baik baik selalu berakhir
yang jelek tidak
yang jelek lebih bertahan

meminta tidak pernah dikabulkan
memohon tidak pernah digubris
sampai jungkir balik menangis

tp saat tidak diminta dan menyerahkan pada kiri
pasti dia memberi
pasti aku diberi
pasti aku bisa tersenyum lagi

aku memilih kiri
aku memilih yang tak banyak orang pilih.

ini aku
ini hidupku
ini surgaku
ini nerakaku