Rabu, April 7

Kemarin Hujan

Kemarin Hujan
Aku Kuyup dengan godaan
Genap dengan Harapan
Membiaskan Batas
Antara nyata atau bayangan
Mengaburkan Kebimbangan
Mabuk Kebahagiaan

Kemarin Hujan
Ruang Waktuku Bercanda beriringan
Menghadirkanmu Tuan
Membawakanku candu dalam cawan
Melumuri madu di seluruh badan

Kemarin Hujan
Tiada detik tanpa senyuman
Kedinginan tak terasakan
Tak mau kulawan
Membiarkan
serabut asa berkeliaran
Kusemaikan

Tapi aku lupa membangun pertahanan
dari Hujan yang tak lagi sebagai teman
Tak berdaya mendamaikan

Kemarin Hujan
Menyapu candu dan madu dalam cawan
Mengguyur Aku sendirian
Dalam tangisku yang tak keliatan

Tidak ada komentar :

Posting Komentar