Mungkin aku adalah sesuatu yang terlewatkan olehmu
Mungkin bagimu bertemu denganku terlambat lima atau sepuluh tahun
Entah kenapa mengenangmu kali ini sesulit aku melupakanmu
Tak ada lagi rasa
Hanya menyisakan pertanyaan mengapa
Mengapa
dan mengapa
meski seharusnya tak perlu lagi dipertanyakan mengingat
sudah terlanjur terjadi
Tapi adalah wajar jika aku bertanya
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
bertemu denganmu lagi sama sekali tidak pernah melintas
dalam salah satu khayalanku yang terliar sekalipun
Namamu sama sekali tidak pernah tercatat dalam radar otakku sejak dulu
Karena aku tak bahkan tak berani membayangkan itu
Mungkin Allah meletakanku pada posisi itu
Mempersilakanku masuk pada jalan yang sudah dibukaNya
berani atau tidakkah aku masuk dan menyapa takdirNya.
Tapi tidak
Kebodohan dan ketidakmampuanku mengalahkan perasaan dan pikiran
membuatku akhirnya tak jadi menjalani jalan itu.
Jalan salah yang kutempuh
secara tak sengaja saat denganmu
barangkali
mungkin pasti
adalah representasi
dari ketidakyakinanku
keraguanku
yang tidak mau mengakui
bahwa orangnya BUKAN KAMU
Tidak ada komentar :
Posting Komentar