Antara Tekanan Batin atau Asma
Bekerja di kantor ini membuatku lebih banyak menghela nafas berat
kedengerannya kelihatannya jadi seperti campuran antara asma atau kepenuhan asap rokok
Ah tidak juga
meski aku peroko tapi bukan kaliber berat
Tidak
Aku bukan jenis peroko yang kelimpungan ketika batang terakhirnya habis
dan buru buru lari ke warung samapi rela engga makan asal meroko
Tidak
aku biasa biasa aja
social smoker boleh dibilang
saat saat tertentu yang sekiranya nyaman buatku aja aku menghisap batang beracun itu
Aku juga bukan jenis manusia yang lebih rela enggak makan daripada engga meroko
Gila aja..
enggak lah
So..
jelaslah,
Helaan nafasku yang berat bukan karena asap roko
tapi lebih karena tekanan batinku
Bekerja di kantor ini bukannya membuatku semangat
Tapi neraka kurasakan dari hari senin-jumat
Bukan waktunya lagi aku untuk lebih mempertimbangkan kebutuhan materi tapi batinku tersiksa
umur sudah pendek
usia sudah maju
dunia makin tua
hidup sebentar
masa dihabiskan juga dengan hidup yang sama sekali tidak membuatku bahagia
Biar saja..aku masih sendiri ini
apaoun yang kulakukan sebenarnya tidak beresiko
tidak melibatkan nyawa dan hidup orang lain
Hanya hidupku sendiri
Yang penting aku tidak mau menghela nafas berat lagi
tidak mau menangis di depan komputer lagi
tidak mau bertanya tanya apa salahku lagi
tidak mau terus dipermalukan lagi
biar saja.
aku mau menikmati kebebasan dan hidupku sendiri
aku tidak mau menghela nafas berat lagi
Tidak ada komentar :
Posting Komentar