Misteri Empat Dua
Cerita ini kutulis pukul 4.42 pm atau 16.42 WIB detik ini di kantor ku. Saat sudah jenuh dengan pekerjaan yang membuat mataku serasa juling karena dari pukul 8.45 pagi tadi di depan komputer mengetik artikel yang bikin kepalaku pusing juga karena deadline. Kenapa aku cinta empat dua? Apa maksudnya? Apa itu angka keberuntungan?nomer hape cantik? Atau angka togel J. Pasti atau mungkin itu pertanyaan para pembaca semua. Aku jawab tidak tau. Sengaja kutulis gado2 ini di menit 42. Kali ini sengaja aku menyapa si angka ini. Kenapa? Karena angka ini biasanya kerap menyapaku setiap detik, setiap waktu setiap saat tanpa aku sengaja mengundangnya. Sejak tahun 2008, setiap kali melihat jam, secara kebetulan (tadinya kupikir kebetulan) menit selalu menunjukkan angka 42. Tidak ada yang aneh sebetulnya. Sampai kebetulan terjadi di atas kebetulan. Betapa setiap tak sengaja mataku (bukan sebentar sebentar melirik atau sengaja menunggu jarum jam berputar lho) melirik jam baik di handphone, atau jam dinding menitnya selalu pas 42.
Hmm, karena aku tipikal org yang detail dan senang menghubung2 kan kejadian, segera saja aku analisa. Sempat terpikir apakah ini sebuah pertanda aku balikan dengan mantanku (mengingat nomer hapenya kebetulan adalah 42) tapi segera kumentahkan pikiran konyol. Tapi si angka semakin menggila karena sepanjang 2009 aku makin sering melihatnya dimana mana dan TIDAK SENGAJA. Dari mulai naik taxy, nomer lambungnya 42 (enggak mungkin aku menyetop taxy dan dengan segaja melihat dulu nomer lambungnya, ngapain juga coba) sampai jam digital raksasa di jalan tol begitu aku lewat disana, si 42 ini dengan suksesnya muncul dalam radar mataku. Cape-cape muter cari kain di tanah abang begitu dapat yang cocok, kok ya dapet di blok yang nomernya 42. Kalau jam wah, jangan ditanya setiap melirik dalam satu hari pasti lebih dari tiga kali si angka menyapa.
Sampai masuk tahun 2010 aku mengalami patah hati yang amat sangat. Kekasihku hilang karena satu dan lain hal, hubungan kami tak mungkin dilanjutkan. Rasanya sakit, sedih dan sebagainya. Dan si angka menemani. Lucunya, anehnya, mengherankannya, lagu di MP3 yang kuputar di folder khusus lagu mellow kok ya durasinya semua sekian menit 42 detik. Wah, mulailah aku lebih dramatis, entah karena kebuntuan pikiranku, atau mungkin karena kesedihanku yang amat sangat membuat pikiranku dikuasai otak kanan. Kreatif mengembangkan imajinasi yang cenderung tidak-tidak. Otak kiri ku sama sekali buntu. Imajinasi negatif mulai berkembang. Pertanyaan-pertanyaan ajaib dan irrasional mengemuka. Apakah aku akan mati tanggal 4 februari ( 4 bulan 2) atau apakah aku mati umur 42? Atau aku akan menikah tanggal 4 februari atau menikah dan bercerai di tanggal dan bulan itu? atau apakah aku akan mati tanggal dan bulan itu? Wah, pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Aku terus bertanya, ada apa dengan empat dua? Kenapa angka ini begitu sangat “menghantui”? Sampai suatu hari di bulan februari 2010, aku memutuskan untuk semakin meyakinkan diriku bahwa memang “ada apa apa” dan ada “maksud” dengan si angka ini. Pada tanggal 4 februari 2010, ketika pada tanggal ini ternyata aku tidak apa-apa, tidak mati, tidak celaka, aku merasakan kelegaan yang sulit tergambarkan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya pada mbah google, yang mengalahkan orang pintar dan mbah dukun manapun di bumi ini J. Sambil harap-harap cemas ku-googling saja 42. (untuk pertama kalinya sejak 2008) sebab baru kali itu pula lah sejak 2 tahun aku mencoba untuk “menyelami kehadirannya”. Dan jawabannya adalah:
“42 is key of the universe”
Sejenak aku tertegun, what?! Ternyata ada page khusus tentang 42 di facebook, ternyata ada banyak page yang membahas tentang 42. Semuanya memiliki korelasi serupa. Intinya 42 adalah angka yang berhubungan dengan misteri alam, semesta, dunia, pertanyaan yang tak terpecahkan, hubungan sebab akibat peristiwa alam dan semacamnya. Masih penasaran dan agak bingung apa hubungannya alam dengan aku, akhirnya terus kuberselancar di dunia maya dan oh my God, ternyata kutemukan sebuah nama, inisialnya K dan wanita ini entah bagaimana, somehow, dia mengalami kejadian yang sama denganku. Semua nya hampir sama, bahkan dari tahun mengalaminya pun sama, yaitu 2008. Wajah kami mirip, terutama bentuk mata, dan anehnya lagi pekerjaan kami sama, di multimedia dan sama sama sebagai copy writer.
Ia mengiyakan semua pertanyaanku. Dari mulai melihat jam, taxy dan sebagainya. Menurut hasil dari study dadakannya di google, angka 42 jika dijumlahkan adalah 6. Jika dideretkan tiga angka, maka 666 adalah sign of evil. Sebaliknya 42 adalah hasil perkalian 6 x 7, dimana 7 adalah simbol of God. Menurut temanku si K ini, kami disuruh memilih dalam hidup ini. Become pure evil or pure angel. Ada salah seorang temannya mengatakan bahwa mungkin saja aku dan K dan yang melihat tanda ini adalah “the choosen one” yang terpilih untuk jadi wali dan simbol kebaikan atau keburukan. Entahlah. Aku tidak bisa menjawab. Yang pasti sampai detik ini angka 42 tetap ramah menyapa. Saat aku sedih dia muncul begitu sering. Tapi saat aku bahagia dia tidak pernah kelihatan. Hmm, apakah ini signal aku harus segera memilih? Saat ini aku masih di tengah. Belum memutuskan untuk memilih. Mungkin kubiarkan saja tetap jadi misteri, sampai waktu menjawabnya nanti.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar