Kunamakan peristiwa yang kualami kemarin drama komedi 3 babak..genrenya semula percintaan..drama romantis, tapi pada akhirnya komedi yang membuat aku tertawa tapi miris..
campuran antara serendipity (tadinya aku berharap kami seperti itu) tapi gubrak!!bukan serendipity..serendipispot yang ada...hasilnya menyedihkan, semi memalukan, cenderung nista untuk di ingat-ingat.
tau kan serendipity..katanya artinya adalah sesuatu yang tidak sengaja kita temukan pada saat kita mencari sesuatu yang lain...simpelnya nich..sebuah kebetulan yang menyenangkan...ketidaksengajaan yang bisa mengubah perjalanan..gitu lah..
Aku dan Kau...
tadinya sungguh kurahap serendipity...
bertemu tak sengaja
di ruang dan waktu yang kebetulan dimensinya sedang bertemu
sedang sama
sedang connected
tapi berantakan di tengah jalan tiba tiba, bukan semata kesalahanku aja ...
menurutku justru ..setelah sekarang ini dengan perih dan sakit kepala kupikir2 lagi..
berantakannya semua ini adalah sign...
sign....tanda kalo jalan yang kutemukan dengan tidak sengaja ini tidak seharusnya aku lewati...
tapi aku memaksakan karena aku senang
di kanan kirinya tidak saja wangi bunga
tapi cemara,
menyejukkan
menyenangkan
bikin dag dig dug.
menggeletarkan
memabukkan..
ia seperti candu..
Ku sangka semula jalan ini benar..
dengan seyakin yakinnnya kupikir ini benar..
dengan senyum yang sebenernya samar
kubertanya berkali kali padanya, pada hatiku dan pada Nya...
pada awal mula tidak ada onak dan duri sama sekali..
jungkir balik bersujud memohon petunjukNya pun toh aku makin didekatkan...
Akupun semakin yakin kalau aku benar
pilihanku benar
makin yakin karena ia melumuri sekujur tubuhku dengan madu
dengan keyakinan bahwa pilihan kita memang benar
dan yakin pasti berhasil
Duh...mabuk...
namanya orang sdang mabuk
meski au tau aku akan mabuk..
tapi aku memang senang dengan resiko...
senang saat aku tau bisa melewati resiko
tapi..Sang Maha Pengenggam Hidup ternyata bukan mendengarkan aku!
sengaja tidak memberi petunjuk kepadaku
tapi
pada orang yang melahirkan aku
dan
ternyata orang yang melahirkanku lebih SAKTI,,,
ketika ia yang meminta
ketika ia yang terusik
ketika ia yang memohon petunjuk
Petunjuk Nya yang diberikan dikirimkan langit yang cepatnya jauh melebihi titipan kilat JNE sampai FED EX yang one night service...ughhh dalam beberapa jam saja petunjukNya sudah langsung terbaca..
kilat cepat...
bam bam bam
semua seperti peluru yang ditembakkan aya brea dengan grenade launcher ke zombie zombie di parasite eve
hancur semua...
ga bersisa...
jalan yang tadinya penuh bunga dan harum cemara itu terbelah berantakan
dag dig dug hati dan aliran darah yang tadinya menggeletar itu musnah..
Ridho ibu adalah ridho Allah
Lah.....siapa yang mampu melawan statement yang sudah dibakukan bahkan dalam kitab suci?
bukan tandingan
bukan lawan
bukan untuk diperdebatkan..
Jadi yaa terima saja...
cuma bisa diem..dan menangis...
Tangisku berhari hari
berhari hari...
berhari hari..
dan tiba pada sebuah titik
aku ingin menjauh dulu
pagi pagi di saat matahari terbit yang biasanya kusambut dengan sembah sujud kuabaikan
yang biasanya aku agak ragu meninggalkan rumah tanpa wudhu..tidak kugubris...
biar...aku lelah meminta
aku lelah memohon
aku capek jungkir balik
aku capekkkkkk aku bosen,
aku almost desperate
aku jalan dalam gelap,
sebenernya bisa aku dapatkan cahaya..
kata Albus Dumbledore..penyihir dalam serial harry potter yang aku addict bilang
cahaya itu bisa kau dapatkan dalam kegelapan sekalipun selama kau tau bagaimana menyalakannya..
Tapi aq g mau..
aku maksa untuk tetap bisa berjalan dalam gelap karena aku mampu
aku sakit melihat cahaya
mataku lagi engga mau silau melihat cahaya
bikin kepala pusing
rasanya duaminggu ini otakku dan kepalaku dan hatiku nyaman berada dalam gelap...
Aku berjalan dengan harapan bahwa si beruang madu yang melumuriku dengan madu mau menemaniku menyusuri jalan gelap sambil pelan pelan mencari cahaya.,,
tapi
serendipispot...
kebetulan, ketidaksengajaan yang kuanggap manis ternyata seperti tebu yang habis air gulanya.
HAMPA!!!
DATAR!!
TAK ADA RASA
dia tidak membantuku sama sekali
tidak ada lagi madu
yang ada dia malah mundur dan berlalu atas nama norma dan berbakti
bakti apa? bakti kepada nusa dan bangsa??!!dan agama???
astaga...
drama percintaanku seketika berubah plotnya menjadi drama komedi..
aku patah hati
ya
itu jelas
tapi aku tidak serta merta menamakan drama cintaku kubawa alurnya menjadi gelap
tidak..
malah sekuat mungkin kugiring menjadi sebuah plot yang lucu
yang bisa bikin penonton ketawa..
sekaligus aku..
pemainnya juga ketawa...
walau sambil menangis..
Drama komediku simpel sederhana tiga babak..
babak pertama : jatuh cinta dan mabuk kepayang, babak kedua: tidak direstui, babak ketiga putus dan mentah lagi..
lho..dimana lucunya???
ada....lucunya di pemain2 pemainnya sendiri..
karena dari awal sudah tau ini drama ceritanya akan cenderung tragis...tapi kami mainkan dengan sekuat tenaga untuk romantis..
dan akhirnya..berdarah begini..komedi yang miris
Tidak ada komentar :
Posting Komentar