Rabu, April 14

Suatu saat

Suatu saat

dia pasti mengerti,
dia pasti tau,
dia pasti menjawab
dia pasti mengingat
dia pasti tertawa
dia pasti menangis
dia pasti melamun
dia pasti termenung
dia pasti berdoa
dia pasti merasa

Suatu saat
Aku pasti mengerti
Aku pasti tau,
Aku pasti mendengar
Aku pasti tertawa
Aku pasti tersenyum
Aku pasti bersyukur
Aku pasti menerima
Aku pasti merasa


Suatu saat
kami...akan bertemu lagi

Senin, April 12

Kemarin Kulihat Dia dan aku Mati Rasa

Kemarin kulihat dia lagi
Matanya merah sekali
entah cape entah memang sudah begitu dari sananya

seperti vampire
atau manusia serigala
yang jelas tidak setampan edward cullen atau Jacob di twilight SAGA

yang kupersoalkan bukan mata merahnya
tapi apa yang dia bicarakan
terasa hambar di telinga
antara menahan harga diri dan keinginan menyatakan rindu yang sama

Kemarin Ku liat Dia
dan kini...
hanya
HAMPA

hahahaha

Jadi ingin ketawa tapi nangis
atau nangis sambil ketawa
atau dua duanya sekalian biar dibilang gila..

astaga..jadi
yang dia bilang selama ini..
entah apa itu namanya..
sampai semeyakinkan itu
ternyata palsuuuu
astaga palsu..
sandiwaranya jagoan..
mengalahkan pemain sinetron kacangan sampai pemenang oskar..
jauh lebih jago dia?

benarkah?
benarkah?
palsukah?
atau dia benar amun enggan mengaku?

Memang Sudah Punah

Memang sudah punah
Aku ngga ngerti kenapa bisa secepat itu
Ku harap perasaan dan pikiranku juga bisa ter refresh dengan begitu cepatnya sepertinya mendadak pudarnya rasa dia untukku

setelah berserabutan pikiran ini
setelah berdesakkan perasaan ini ingin tumpah
akhirnya terurai satu persatu dan semakin lama semakin jelas
bahwa intermezoo dimana mana mana tidak ada yang tidak indah..
selalu cenderung indah karena membelokkan kita sesaat dari rutinitas

namun..pada akhirnya kita harus kembali pada jalan dan rutinitas kita
dan jangan membiarkan diri terlalu terlarut jauh dalam intermezzo yang dramatis

aku..mendapat pencerahan dari segala sudut, tp tetap saja otak ku ingin menggelapkan diri

Kamis, April 8

Dan Ternyata...

Dan ternyata cinta yang membutakan aku..
Meletakan aku dengan sangat antara surga dunia dan surga akhirat.
Memposisikan aku pada pilihan antara yang bisa kunikmati sekarang dengan apa yang bisa kunikmati dengan keyakinan iman


Dan ternyata cinta..yang menarikku kembali..
yang membuatku tak segan bercanda dengan harga diri.
Seperti orang bodoh..
kecenderungan untuk tolol selalu kulakukan atas hal hal yang berkaitan dengan hati.

Dan ternyata cinta..yang membuat jantungku berdegup tak terkendali.
sampai kelu lidah untuk berucap
sampai kabur mata untuk bisa menfokuskan pandangan.

Dan ternyata cinta
yang membuatku berlebihan..

bisakah kita bicara

Bisakah Kita bicara sekali ini saja?
astaga kalau kau tau..
gemetranya sekujur badanku ketika bisa mendengar suaramu lagi?
atau membayangkan kau membayangkanku saat jari jarimu menyusun kalimat di alat kecil bernama handphone..

Bisakah kita bicara lagi?
saat jarak tak lagi terasa
suaramu dekat di telinga seperti dewa
menenangkan ku dri ujung kaki sampai kepala

Bisakah kita bicara sekali lagi
Kudengar lagi suaramu yang melintas darat
dalam langit yang sama di ruang berbeda
tapi bagiku lebih dari nyata

Bicara dengan rasa sungguh berbeda..
bicara dengan asa lebih menenangkan jiwa..
berbeda rasanya..berbicara denganmu dan dengan orang lain yang tak tau apa apa..
dengan mereka lebih dr hampa
tp denganmu, seluruh jiwaku tertawa...

Tapi..
meski langit kita masih sama
bumi yg kita pijak juga sama'
waktu yang memeluk kita masih sama
dimensi kita masih sama

semua sudah hampa.
ketika kau
yang memang sudah enggan lagi
berbicara...

Rabu, April 7

Halimun

Halimun dalam bahasa sunda artinya kabut
Kabut..mengapakah engkau memenuhi pikiranku?

Kabut adalah kumpulan uap air yang naik ke udara dan tak mampu ditahan oleh suhu udara sehingga menjadi kabut. Secara Internasional pula kabut diakui sebagai kumpulan embun yang mengganggu pandangan mata..


Dan..
Kabut juga mengganggu pikiranku
bukan menganggu lagi tapi menguasai seluruh radar penglihatanku
serabut syarafku
otakku
hatiku

kabut yang menambah gelap
pekat sekali
seperti wajah setan di hidungku
seperti kegelapan menciumku

kabut..
pekat sekali..
menghitam sempurna
terbentuk dari embrio janjimu yang percuma

Kabut...
Pekat sekali menghitam di mataku
mengaburkan pandanganku yang terbatas dengan ragu

Tuhan...
sebenernya ingin kulupakan

Ingin sekali...inginnn

tapi bagaimana caranya???

Tak Bercelah

Entah dimana dia sekarang
Apa yang dia pikirkan
Bagaimana Hidupnya sekarang

Masihkah sama?
Masihkah sama?
Ritme yang biasanya mudah kubaca
Tapi waktu merampas semua

Entah bagaimana dia sekarang
entah apa yang ia pikirkan
Kutanya hatiku berulang-ulang
Jawabnya tetap tak berubah

Kami Tak ada celah

Kemarin Hujan

Kemarin Hujan
Aku Kuyup dengan godaan
Genap dengan Harapan
Membiaskan Batas
Antara nyata atau bayangan
Mengaburkan Kebimbangan
Mabuk Kebahagiaan

Kemarin Hujan
Ruang Waktuku Bercanda beriringan
Menghadirkanmu Tuan
Membawakanku candu dalam cawan
Melumuri madu di seluruh badan

Kemarin Hujan
Tiada detik tanpa senyuman
Kedinginan tak terasakan
Tak mau kulawan
Membiarkan
serabut asa berkeliaran
Kusemaikan

Tapi aku lupa membangun pertahanan
dari Hujan yang tak lagi sebagai teman
Tak berdaya mendamaikan

Kemarin Hujan
Menyapu candu dan madu dalam cawan
Mengguyur Aku sendirian
Dalam tangisku yang tak keliatan

Monolog

Waktu Kehilanganmu
Sekeping Hatiku Hilang
Jawabku
Akupun begitu

Waktu tak bisa lagi berbicara denganmu
Hatiku Berlubang
Jawabku
Akupun sama demikian

Waktu aku tau tak bisa lagi bercanda denganmu
Aku tak bisa lagi berpikir
Asaku punah seketika
semua anganku sirna
semua tentangmu mendadak hampa

Waktu aku yakin tak mungkin bisa menyentuhmu
Rasanya jiwaku hilang separuh
Sampai menangispun aku tak mampu
Jawabku
Tak satu incipun perasaanku berbeda dengan apa yang kamu rasakan

Waktu aku tau tak mungkin melihatmu lagui
Aku bercanda dengan diriku
Mungkinkah waktu tega mempermainkanku

Kini aku yang bertanya

Ketika nanti kita bertemu lagi
Apa yang akan kau lakukan denganku?
Bercandakah kau denganku
Atau bahkan mentapkupun kau segan?

Ketika nanti kita bertatap muka lagi
Sadarkah kau, kita sebenarnya saling melukai?
Atau memang kau ingin tenggelam dalam norma kepura-puraanmu?

Bila nanti waktu ramah memperlakukan kita lagi
Apa yang akan kau katakan padaku?
Apa kau cukup mempunyai kumpulan kata-kata yang menyenangkan
yang seperti biasa kudengar?

Ketika nanti waktu dengan ramah menyapa kita lagi
sanggupkah kau membuat tangisku tak ada lagi?
Karena
sampai detik ini
air mataku tak pernah bisa berhenti..

Anggia Masih Luka

2010 April 7


Kamis, April 1

Komedi 3 babak

Kunamakan peristiwa yang kualami kemarin drama komedi 3 babak..genrenya semula percintaan..drama romantis, tapi pada akhirnya komedi yang membuat aku tertawa tapi miris..
campuran antara serendipity (tadinya aku berharap kami seperti itu) tapi gubrak!!bukan serendipity..serendipispot yang ada...hasilnya menyedihkan, semi memalukan, cenderung nista untuk di ingat-ingat.
tau kan serendipity..katanya artinya adalah sesuatu yang tidak sengaja kita temukan pada saat kita mencari sesuatu yang lain...simpelnya nich..sebuah kebetulan yang menyenangkan...ketidaksengajaan yang bisa mengubah perjalanan..gitu lah..

Aku dan Kau...

tadinya sungguh kurahap serendipity...
bertemu tak sengaja
di ruang dan waktu yang kebetulan dimensinya sedang bertemu
sedang sama
sedang connected

tapi berantakan di tengah jalan tiba tiba, bukan semata kesalahanku aja ...
menurutku justru ..setelah sekarang ini dengan perih dan sakit kepala kupikir2 lagi..
berantakannya semua ini adalah sign...
sign....tanda kalo jalan yang kutemukan dengan tidak sengaja ini tidak seharusnya aku lewati...
tapi aku memaksakan karena aku senang
di kanan kirinya tidak saja wangi bunga
tapi cemara,
menyejukkan
menyenangkan
bikin dag dig dug.
menggeletarkan
memabukkan..
ia seperti candu..

Ku sangka semula jalan ini benar..
dengan seyakin yakinnnya kupikir ini benar..
dengan senyum yang sebenernya samar
kubertanya berkali kali padanya, pada hatiku dan pada Nya...

pada awal mula tidak ada onak dan duri sama sekali..
jungkir balik bersujud memohon petunjukNya pun toh aku makin didekatkan...
Akupun semakin yakin kalau aku benar
pilihanku benar
makin yakin karena ia melumuri sekujur tubuhku dengan madu
dengan keyakinan bahwa pilihan kita memang benar
dan yakin pasti berhasil
Duh...mabuk...
namanya orang sdang mabuk
meski au tau aku akan mabuk..
tapi aku memang senang dengan resiko...
senang saat aku tau bisa melewati resiko

tapi..Sang Maha Pengenggam Hidup ternyata bukan mendengarkan aku!
sengaja tidak memberi petunjuk kepadaku
tapi
pada orang yang melahirkan aku
dan
ternyata orang yang melahirkanku lebih SAKTI,,,

ketika ia yang meminta
ketika ia yang terusik
ketika ia yang memohon petunjuk

Petunjuk Nya yang diberikan dikirimkan langit yang cepatnya jauh melebihi titipan kilat JNE sampai FED EX yang one night service...ughhh dalam beberapa jam saja petunjukNya sudah langsung terbaca..

kilat cepat...
bam bam bam
semua seperti peluru yang ditembakkan aya brea dengan grenade launcher ke zombie zombie di parasite eve

hancur semua...

ga bersisa...

jalan yang tadinya penuh bunga dan harum cemara itu terbelah berantakan
dag dig dug hati dan aliran darah yang tadinya menggeletar itu musnah..

Ridho ibu adalah ridho Allah

Lah.....siapa yang mampu melawan statement yang sudah dibakukan bahkan dalam kitab suci?
bukan tandingan
bukan lawan
bukan untuk diperdebatkan..

Jadi yaa terima saja...
cuma bisa diem..dan menangis...

Tangisku berhari hari
berhari hari...
berhari hari..
dan tiba pada sebuah titik

aku ingin menjauh dulu

pagi pagi di saat matahari terbit yang biasanya kusambut dengan sembah sujud kuabaikan
yang biasanya aku agak ragu meninggalkan rumah tanpa wudhu..tidak kugubris...
biar...aku lelah meminta
aku lelah memohon
aku capek jungkir balik

aku capekkkkkk aku bosen,
aku almost desperate

aku jalan dalam gelap,
sebenernya bisa aku dapatkan cahaya..
kata Albus Dumbledore..penyihir dalam serial harry potter yang aku addict bilang
cahaya itu bisa kau dapatkan dalam kegelapan sekalipun selama kau tau bagaimana menyalakannya..

Tapi aq g mau..
aku maksa untuk tetap bisa berjalan dalam gelap karena aku mampu
aku sakit melihat cahaya
mataku lagi engga mau silau melihat cahaya
bikin kepala pusing
rasanya duaminggu ini otakku dan kepalaku dan hatiku nyaman berada dalam gelap...

Aku berjalan dengan harapan bahwa si beruang madu yang melumuriku dengan madu mau menemaniku menyusuri jalan gelap sambil pelan pelan mencari cahaya.,,

tapi

serendipispot...

kebetulan, ketidaksengajaan yang kuanggap manis ternyata seperti tebu yang habis air gulanya.
HAMPA!!!
DATAR!!
TAK ADA RASA

dia tidak membantuku sama sekali
tidak ada lagi madu
yang ada dia malah mundur dan berlalu atas nama norma dan berbakti

bakti apa? bakti kepada nusa dan bangsa??!!dan agama???

astaga...
drama percintaanku seketika berubah plotnya menjadi drama komedi..

aku patah hati
ya
itu jelas

tapi aku tidak serta merta menamakan drama cintaku kubawa alurnya menjadi gelap
tidak..
malah sekuat mungkin kugiring menjadi sebuah plot yang lucu
yang bisa bikin penonton ketawa..
sekaligus aku..
pemainnya juga ketawa...
walau sambil menangis..

Drama komediku simpel sederhana tiga babak..
babak pertama : jatuh cinta dan mabuk kepayang, babak kedua: tidak direstui, babak ketiga putus dan mentah lagi..

lho..dimana lucunya???

ada....lucunya di pemain2 pemainnya sendiri..
karena dari awal sudah tau ini drama ceritanya akan cenderung tragis...tapi kami mainkan dengan sekuat tenaga untuk romantis..

dan akhirnya..berdarah begini..komedi yang miris