Jadi begini, nih yah, melihat foto di atas ini aja bikin aku merinding. Gimana ya, emang aku lebih suka pegunungan kalau disuruh milih antara gunung dengan pantai. Bukan karena di pegunungan lantas kulitku menjadi lebih putih, dan di pantai menjadi gosong ya. Hmm...itu hanya sebagian alasan aja sich.
Memang betul seperti itu alasannya. Cuman yang lebih pasti karena di pantai itu aku suka ngerasa gimana ya...takut...tapi bukan takut merinding. Berasa takut mati.
Hihihihi...iya loh..udah gitu panas pula. Berasa kaya ayam panggang. Udah gitu kalau menjerit bikin pusing. Kalau di pegunungan kita menjerit ada echo nya...hihihihihi...
Karena itu aku engga suka Bali. Bagiku cuman untuk gaya gayaan aja. Dan hawanya banyak mistis ya. Aku pernah ke Ubud, karena ngincer pegunungan-nya juga...tetep aja merinding.. Berasa diliatin banyak jin disana.
Nah ya, balik lagi ke pegunungan. Jadi maksudku bukan pegunungan aku suka mendaki gunung. Bukan. Tapi lebih ke suasana pegunungan yang bikin mood ku luar biasa baik. Imajinasiku mengembang kemana-mana dan mood untuk menulis itu jadi bagus. Inspirasi juga mengalir kencang. Walau lagi lagi engga pernah jadi satu novel yang aku cita-citakan. Tetap aja jadi satu puisi cengeng yang isinya penderitaan. Kasian ya...hihihihi.
Well, misalnya foto diatas, itu bayanganku adalah...aku ada berdiri di puncaknya dan bisa menyentuh awan-awan itu. Sejak kecil kalau aku diajak ibuku tercinta dari Bandung ke kampungnya eh kecamatan di Majalaya kira kira 27 km di selatan Bandung. Aku sering naik bis atau motor kalau Ibuku tercinta lagi kumat jiwa petualangnya. Aku selalu melihat rumah rumah kecil di pegunungan itu dan aku langsung bertanya pada Ibuku, gimana mereka hidupnya? gimana kalau mereka ingin mandi, ingin ke air dsb. Pertanyaan dari aku yang kira kira saat itu sekitar 6-7 tahun. Tapi aku sudah sekritis itu (lah muji diri sendiri) dan sudah sejauh itu pikirannnya.
Jadi intinya aku sudah lebih dapat "feel" lebih suka ke pegunungan itu memang sejak aku kecil .
Bayanganku gimana ya mereka mungkin mereka becanda dengan awan, dengan raksasa gunung yang sedang merokok dan asapnya berupa awan itu ...Hihihihi kok imajinasinya raksasa merokok. Yah..well,,,ayahku almarhum bilangnya gitu sich, kalau awan itu terbentuk karena raksasa lagi merokok...hahahahah..biarpun tidak karu karuan menjawabnya biar saja, bagiku dia ayah yang sempurna.
So, kembali lagi ke soal pegunungan ya. Aku suka lingkungan seperti dalam foto itu. Jalan setapak yang kecil. Suhu udara yang dingin (yang sebenarnya bisa aja malah membuat kulit gelap karena tidak keluar keringat) dan hijaunya pohon-pohon itu menyejukkan mata.
Aku suka...dan ada sebuah rasa yang tak tergambarkan kalau aku berada dalam lingkungan seperti dalam foto itu. Perasaanku mengatakan ademmmm aja di hati...dan berasa apa ya....romantisme antara aku dan khayalanku saja.
Karena begini ya , misalnya nich, kalau di pegunungan itu aku merasa seperti aku dan udara dingin itu menyatu..halah apa sich ini kok mulai ngawur...
Kalau di pantai gosong rasanya......
Dan langsung mati...ya berasa deket dengan mati...karena kebayangnya kalau digulung ombak kan langsung mati ya...
Kalau di gunung kan engga..meskipun enggak ada sinyal, meskipun harus mandi di kali...nah ya..pembahasan soal kali lain lagi...ada season berikutnya...hahahaha...
Oke lanjut ke kali ya..hahahaha
Tentang pegunungan kayanya udah cukup. Bosen juga kalau kelamaan.
Medio November 2012
Semakin Tua, Semakin Tenang dan Ikhlas..
3 bulan kemudian
![]() |
Dan aku berfoto dengan pose yang sangat aneh :( |
Aku pergi ke kebun teh, sebuah pegunungan di daerah Subang Jawa Barat. Letaknya 57 km sebelah utara Bandung. Oke segitu ajalah geografisnya. Intinya nich, aku pergi kesana dan berhasil menemukan pegunungan dalam letih dan lelah.
Sepanjang jalan dari Jalan Cagak menuju ke kebun teh tempat aku berfoto ini, tepatnya di Desa Cipunegara Kabupaten Subang Jawa Barat, Jalan ampun-ampunan deh, ajrut ajrutan dan membuat pinggang pegal dan pantat rata. Maaf deh ngomong pantat abis beneran, sakit banget. Niatnya engga foto, cuman ngunjungi saudara. Tapi melihat hamparan gunung teh dengan perut sakit luar biasa karena ajrut ajrutan dalam mobil sekian jam, aku berfoto aja deh. Udaranya sejuk dingin. Dingin yang dibawa angin sepoi sepoi gitulah. Kira kira kalau dipakai syuting kejar kejaran film India tuh pas gitu lah


Tidak ada komentar :
Posting Komentar