Rabu, November 28

GEZANIK

Aku tau mengeluh itu tidak baik. Bahkan yang paling membuat frustasi adalah aku mengeluh pada orang yang mungkin jauh lebih tangguh dariku


Nich yah, aku ingin sekali bilang Yes that is true Nggi, stop complaining

Stop complaining about anything..

Karena Aku selalu seperti itu..apapun kukeluhkan dan apapun yang kurasakan tidak sesuai dengan keinginan rasanya ingin kukeluhkan

Stop being nagging, bitching with stuff...kadang aku merasa, what? aku ini 5 years old apa?

Tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan

Dan indeed, aku yang pertama, but never yang kedua..

Tidak pernah bisa jadi dewasa dengan cara yang smooth,,, yang ada malah merasa bahwa aku jadi sesuatu yang tidak berguna


Sebenarnya pengakuan, penghargaan adalah kebutuhan basic manusia tau...

seperti yang pernah kudengar dalam salah satu MLM yang oratornya sampai berbusa busa...

aduhh...

Jadi betul, sebetulnya lebih ke pengakuan....

Penghargaan .

Rabu, November 14

Kenapa Aku Lebih Memilih Pegunungan?


Jadi begini, nih yah, melihat foto di atas ini aja bikin aku merinding. Gimana ya, emang aku lebih suka pegunungan kalau disuruh milih antara gunung dengan pantai. Bukan karena di pegunungan lantas kulitku menjadi lebih putih, dan di pantai menjadi gosong ya. Hmm...itu hanya sebagian alasan aja sich.

Memang betul seperti itu alasannya. Cuman yang lebih pasti karena di pantai itu aku suka ngerasa gimana ya...takut...tapi bukan takut merinding. Berasa takut mati.

Hihihihi...iya loh..udah gitu panas pula. Berasa kaya ayam panggang. Udah gitu kalau menjerit bikin pusing. Kalau di pegunungan kita menjerit ada echo nya...hihihihihi...

Karena itu aku engga suka Bali. Bagiku cuman untuk gaya gayaan aja. Dan hawanya banyak mistis ya. Aku pernah ke Ubud, karena ngincer pegunungan-nya juga...tetep aja merinding.. Berasa diliatin banyak jin disana.

Nah ya, balik lagi ke pegunungan. Jadi maksudku bukan pegunungan aku suka mendaki gunung. Bukan. Tapi lebih ke suasana pegunungan yang bikin mood ku luar biasa baik. Imajinasiku mengembang kemana-mana dan mood untuk menulis itu jadi bagus. Inspirasi juga mengalir kencang. Walau lagi lagi engga pernah jadi satu novel yang aku cita-citakan. Tetap aja jadi satu puisi cengeng yang isinya penderitaan. Kasian ya...hihihihi.


Well, misalnya foto diatas, itu bayanganku adalah...aku ada berdiri di puncaknya dan bisa menyentuh awan-awan itu. Sejak kecil kalau aku diajak ibuku tercinta dari Bandung ke kampungnya eh kecamatan di Majalaya kira kira 27 km di selatan Bandung. Aku sering naik bis atau motor kalau Ibuku tercinta lagi kumat jiwa petualangnya. Aku selalu melihat rumah rumah kecil di pegunungan itu dan aku langsung bertanya pada Ibuku, gimana mereka hidupnya? gimana kalau mereka ingin mandi, ingin ke air dsb. Pertanyaan dari aku yang kira kira saat itu sekitar 6-7 tahun. Tapi aku sudah sekritis itu (lah muji diri sendiri) dan sudah sejauh itu pikirannnya.

Jadi intinya aku sudah lebih dapat "feel" lebih suka ke pegunungan itu memang sejak aku kecil .

Bayanganku gimana ya mereka mungkin mereka becanda dengan awan, dengan raksasa gunung yang sedang merokok dan asapnya berupa awan itu ...Hihihihi kok imajinasinya raksasa merokok. Yah..well,,,ayahku almarhum bilangnya gitu sich, kalau awan itu terbentuk karena raksasa lagi merokok...hahahahah..biarpun tidak karu karuan menjawabnya biar saja, bagiku dia ayah yang sempurna.

So, kembali lagi ke soal pegunungan ya. Aku suka lingkungan seperti dalam foto itu. Jalan setapak yang kecil. Suhu udara yang dingin (yang sebenarnya bisa aja malah membuat kulit gelap karena tidak keluar keringat) dan hijaunya pohon-pohon itu menyejukkan mata.

Aku suka...dan ada sebuah rasa yang tak tergambarkan kalau aku berada dalam lingkungan seperti dalam foto itu. Perasaanku mengatakan ademmmm aja di hati...dan berasa apa ya....romantisme antara aku dan khayalanku saja.

Karena begini ya , misalnya nich, kalau di pegunungan itu aku merasa seperti aku dan udara dingin itu menyatu..halah apa sich ini kok mulai ngawur...

Kalau di pantai gosong rasanya......

Dan langsung mati...ya berasa deket dengan mati...karena kebayangnya kalau digulung ombak kan langsung mati ya...

Kalau di gunung kan engga..meskipun enggak ada sinyal, meskipun harus mandi di kali...nah ya..pembahasan soal kali lain lagi...ada season berikutnya...hahahaha...

Oke lanjut ke kali ya..hahahaha

Tentang pegunungan kayanya udah cukup. Bosen juga kalau kelamaan.


Medio November 2012

Semakin Tua, Semakin Tenang dan Ikhlas..






3 bulan kemudian



Dan aku berfoto dengan pose yang sangat aneh :( 

Aku pergi ke kebun teh, sebuah pegunungan di daerah Subang Jawa Barat. Letaknya 57 km sebelah utara Bandung. Oke segitu ajalah geografisnya. Intinya nich, aku pergi kesana dan berhasil menemukan pegunungan dalam letih dan lelah. 

Sepanjang jalan dari Jalan Cagak menuju ke kebun teh tempat aku berfoto ini, tepatnya di Desa Cipunegara Kabupaten Subang Jawa Barat, Jalan ampun-ampunan deh, ajrut ajrutan dan membuat pinggang pegal dan pantat rata. Maaf deh ngomong pantat abis beneran, sakit banget. Niatnya engga foto, cuman ngunjungi saudara. Tapi melihat hamparan gunung teh dengan perut sakit luar biasa karena ajrut ajrutan dalam mobil sekian jam, aku berfoto aja deh. Udaranya sejuk dingin. Dingin yang dibawa angin sepoi sepoi gitulah. Kira kira kalau dipakai syuting kejar kejaran film India tuh pas gitu lah


Sabtu, November 10

Kebohongan





Kali ini kita akan membahas kebohongan.

Ya kalian pasti tau apa itu kebohongan. 



Kebohongan adalah

"Maksud untuk menipu orang lain, seringkali dengan niat lebih lanjut untuk menjaga rahasia atau reputasi, perasaan melindungi seseorang atau untuk menghindari hukuman atau tolakan untuk satu tindakan. Berbohong adalah menyatakan sesuatu yang yang tahu tidak benar atau bahwa orang tidak jujur yakini benar dengan maksud bahwa seseorang akan membawanya untuk kebenaran. Seorang pembohong adalah orang yang berbohong, yang sebelumnya telah berbohong, atau yang cenderung oleh alam untuk berbohong berulang kali - bahkan ketika tidak diperlukan " (sumber : wikipedia-lah)

Pastinya bukan saya aja, mungkin kamu, teman kamu, pernah sekali waktu berbohong. Istilahnya berbohong demi kebaikan. Walau tetap aja salah. Eh, tapi pernah saya dengar dalam sebuah ceramah dari KH Zainuddin MZ kalau berbohong suami/istri yang bertujuan untuk kebaikan itu justri diperbolehkan, malah diharuskan. Misalnya aja nich, yang aku denger dari ceramah beliau itu, ada seorang istri masak untuk suaminya, terus itu masakan keasinan. Nah, waktu istrinya nanya ke suaminya, "Papa, masakannya enak kan?" terus suaminya jawab " enakkkk, tapi lebih enak lagi kalau dikurangi sedikit asin-nya" itu jawaban yang bohong tapi diselipi kejujuran. Karena katanya -ini jangan ditiru ya-"kebohongan yang sempurna adalah menyelipkan sedikit kebenaran"

Nah, kembali ke soal kebohongan , kenapa aku benci banget sama orang yang suka berbohong. Jadi begini. Orang kalau sudah berbohong, pasti akan dan haru kembali berbohong untuk menutupi kebohongan yang sebelumnya. Jadi sekali berbohong maka ia akan berbohong terus.

Ada orang yang berbohong itu menjadi darah daging. Seolah berbohong itu bagi dia semacam candu.

Ah kok jadi ngawur yah..tujuannya tulisan ini bukan untuk curcol kok. Nyampah aja biar blog ku enggak turun terus di google..hahahaha..padahal mah yang baca juga siapaaa ya....

Aku kenal 2 orang pembohong sejati yang dua duanya mengaku sangat respek padaku. Gila ya? ini kontradiktif yang dramatis. Gila, di satu sisi mereka mengaku peduli, tapi justru diwujudkannya dengan terus menerus membohongiku. Wong gendeng kabeh!