Rabu, Maret 13

Ayahku, Lagu dan Selera Musikku




Mendengarkan lagu Bang Iwan Fals itu mengingatkanku pada almarhum ayahku, satu satunya laki laki yang tidak pernah menyakitiku di dunia- ketika ia memutarnya dari CD  yang dibelinya di toko bekas. Kebiasaan almarhum ayahku memang berjalan-jalan di toko bekas atau loak. Biasanya ia jongkok disana berjam-jam. Dan pulang ke rumah dengan wajah bahagia sekali. Mmebawa setumpuk kaset bekas dari jaman entah kapan, CD, alat-alat pertukangan dan entah apa lagi..

Ayahku orangnya sederhana. Ia adalah jenis orang yang tidak pernah mengeluh dan senang dengan dunianya sendiri tapi bukannya autis (menurun padaku).....

Mendengarkan lagu Iwan Fals itu bisa seketika kontan mencabik cabik perasaanku. Seperti naik roller coaster di taman hiburan. Bisa melambungkan dan menghempaskan pikiran dan hati kemana mana.

Saat ini kebetulan, mengalun di telinga berandal malam di bangku terminal yang liriknya begini:

Sebentar lagi pagi kan datang
Walau bulan malas untuk pulang
Di bangku terminal benakmu pertanda
gelisah seorang merasa terbuang

Sedetik ingatnya, seribu angannnya
dambakan malam terus berbintang
dibawah sadarnya nasib bercerita
hangatnya surya para neraka..


Sampai kapan kau akan bertahan
dicaci langit tak sanggup menjerit
Hitam awan pasrah kau jilati
Kusam kau dekap dengan muak kau lelap
pagi yang hingar dengan sadar engkau gentar

Jangan jangan pagi kau hadirkan biarkan malam terus berjalan
Jangan jangan mentari kau terbitkan
Jangan jangan pagi kau datangkan 
Kumohon dan aku harapkan 
Jangan jangan mentari kau terbitkan...

Dengarlah Tuhan apa yang dibisikan berandal malam di bangku terminal


Ayahku senang dengan hampir semua genre musik, mungkin bisa dibilang ia penggemar semua jenis lagu. Sungguh. Kecuali metal hehe...

Serius...keroncong dan dangdut pun ia dengarkan kalau ia rasa itu enak
Ayahku orang yang paling tidak munafik sedunia


Jadi semua jenis/genre musik ia suka...dan wawasan musiknya pun luas. Maklum penyiar...Ia mantan penyiar radio, bahkan menjelang meninggalnya pun beberapa waktu sebelumnya ia masih siaran, suaranya enak sekali. Microphonis kalau orang bilang...

Jadi dari tahun ke tahun aku hidup didunia ini, dari mulai kecil remaja hingga setua ini, telingaku terbiasa mendengar semua jenis musik. 

Setiap pagi Ayahku selalu menyetel musik, dan ia putar dengan volume yang keras. Kadang deg degan juga takut tetangga ada yang protes. Tapi alhamdulilah tidak. 

Lagu yang sering kudengar selain Iwan Fals sudah pasti lagu dari generasi Ayahku...tahun 60 han-70 han, 80-han, 90-han semua kudengar..

Sayangnya 90 ke atas ,,,,Hmmm,...tidak hahahaha,,,Mungkin telinga Ayahku yang peka bisa menilai kalau genre musik yang mulai hadir tahun 90 han ke atas sangat komersil dan disharmonis...

Jadi, tak salah jika seleraku berhenti di tahun 90 han itu...

Mengerti aku sekarang kenapa aku sering dibilang selera jadul...

Kenapa aku sering bingung di tengah gempuran R n B, Tecno, bahkan dangdut koplo hahahahah...aku tetap merasa elegan dengan selera musik yang masih harmonis dan kaya serta masih murni tak terlalu terpengaruh kepentingan penjualan, rating, bajakan dan segala tetek bengek industri...

Di saat orang setiap hari up date status BBM dan Facebook listening to Rihanna, Katie Perry dan whatsoever aku dengan cueknya timbul tenggelam rasaku dengan Jet Audio di telingaku yang mengalun syahdu harmonisasi dari lagu lagu the beatles sampai Ebiet G Ade, Gombloh bahkan sampai Andi William-pun aku suka

Mungkin karena ayahku...Ayahku penggemar musik sejati...

Dan bukannya aku tidak suka Peterpan...Noah, atau era band alai jaman sekarang....

Kadang masih kudengar kalau aku lagi galau dangdut hahahahaha.


Tapi yang sungguh tak pernah pudar adalah....

Iwan Fals dan lirik sejatinya...

Seperti yang sering di siulkan ayahku setiap pagi

Setelah sholat shubuh dan menungguku berangkat sekolah...



Tidak ada komentar :

Posting Komentar