Senin, Desember 5

Voice Of America Tapi Sangat "Meng" Indonesia

Sebetulnya blog ini mau aku shut down or de activated dan semacamnya. Kenapa, selain karena emang udah bete dengan isinya yang ga ada kemajuan, dan ga ada isi lain selain curcol( curhat colongan) dan puisi galau, juga karena emang waktu ku ngeblog udah agak jarang.

Pertama itu. Yang kedua, diliat liat lagi blog ku makin ga jelas arah nya kemana...semua curhatan galau. Mau bikin tentang kuliner udah kebanyakan. Mau bikin tentang travelling, jam terbang travelling ku masih pas-pasan, serba nanggung dech.

Akhirnya puisi dan puisi lagi.



Tapi hai...thanks to my manager di kantor yang tiada angin tiada hujan, mmm ada sebenernya ada sedikit angin sich mengingat dia masuk ke ruanganku waktu hari jumat itu rada sore dan tiba-tiba memberiku satu tiket yang sama sekali ngga aku lirik, pada awalnya.


Kubaca lagi..ON OFF Blogger Party Ideas Meet Oppurtunities..hmmm..*masih mikir* gimana mau dateng ya, biasanya sabtu aku tidur soalnya. Lagipula sendirian. Ini party pula. Wah udah males pokoknya pas mau jalan....

Tapi melihat tagline-nya ideas meet oppurtunities, menggelitikku juga. Pertama karena memang aku sedang ada dalam rombongan galau ditambah tagline itu mau ngga mau bikin ada harapan, siapa tau aku mengalami perubahan positif dengan mengikuti acara-acara seperti ini.


Well.. ughh..dengan menarik nafas panjang dan meregangkan otot (sebenarnya mau senam atau apa yaa) dan juga men-sugestikan diri kalau aku akan dapat kesenangan yang positif di acara itu, well akhirnya aku putuskan untuk dateng. 

Sabtu 3 Desember 2011...


Nah ini tempat si acara yang tadinya masih serba ga jelas maunya apa di benakku, foto ini aku ambil dari sumber VOA dokumentasi Alina Mahamel.


Aku duduk langsung, untungnya ngga terlalu belakang. Selain datengnya emang masih masih pas pada saat jam dimulainya acara, juga karena emang pas aku dateng pas Pak Anies Baswedan, Rektor Paramadina yang kuidolakan lagi berbicara di depan. Beliau membuka acara.

Ada satu kalimat atau pernyataan beliau yang aku garisbawahi dan aku cam-kan baik baik di pikiranku, kata beliau :


"BERHATI -HATILAH DENGAN APA YANG KAU TULIS, KARENA TULISAN ANDA AKAN ABADI"

Hihh serem juga..bener juga, kalau aku selama ini sering nulis status galau di FB, atau ikutan nyela orang di Twitter tanpa tau konteksnya apa, atau curhatan galau di blog ku, gimana kalau suatu saat anak cucu dan keturunanku baca, mungkin ada dalam pikiran mereka kalau nenek moyangnya orang yang pesimis. Wah dari kalimat Pak Anies aja aku pola pikirku sudah langsung termotivasi untuk berubah.

Dalam kesendirian (halah) mataku lirik kiri dan kanan. Karena di seluruh hall Epicentrum Walk, di jembatan kiri dan kanannya dipenuhi booth yang masing-masing berlomba untuk mengumpulkan sebanyak mungkin pengunjung.

Well, selepas pak Anies bicara dan hiburan dari Panji and the gank, aku merogoh goodie bag-ku dan kuambil formulir yang tadi langsung diberikan Mbak Mbak VOA begitu aku masuk, formulir nya sampai ada dua. Disitu ditulis VOA KONTES NgeBlog.

Sekali lagi entah kenapa dalam dua jam pertama ikut acara ON OFF itu banyak pernyataan dan pemandangan, kalau bisa disebut pemandangan, yang mengubah pola pikirku seketika. Kalau enggak boleh minder, enggak boleh ngebunuh ide sendiri, ngga boleh ngerasa aku engga bisa apa -apa dan sebagainya.

Termasuk pola pikir buat apa aku ikut kontes nge blog segala? VOA pula! Hello!!!!yang nyata nyata content provider berita ternama di seluruh dunia, yang ngga mungkin banget ada hubungannya sama blog aku yang kebanyakannya puisi sedih.

Tapiiiiii....aduh....aneh dueh...aku dengan ringan melangkah dengan lancar selancar jariku yang sedang mengetik sekarang, ke booth-nya VOA yang kebetulan ada di sebelah kiri dari tempatku duduk.


Dan sekali lagi mbak yang ramah di booth VOA itu memberiku formulir. Belum selesai sampai disitu, mbak VOA yang

aku enggak tau namanya siapa, tapi makasih ya mbak.....menawari aku untuk jadi presenter dadakan.

What??!! waduhhh spontan aku menggeleng. Walau dari jaman dahulu kala aku emang bercita cita jadi reporter or anchor tapi ga kesampaian, aku ngga pede sama sekali. Emang iya sich, mbak VOA ini enggak cuman menawariku aja, tapi ke setiap pengunjung booth. Nah, dia juga ngga maksa cuman senyum aja liat aku menolak. Tapi, begitu kulihat lagi pengunjung sebelumnya yang mencoba, lagi-lagi pola pikirku berubah. Bener dech acara ON OFF ini membawa banyak perubahan positif secara instan dan akhirnya aku berubah pikiran. Aku mengangguk mau dan mbak VOA langsung mencatat namaku.


Oke, dengan goodie bag di kanan-kiri bahuku dan ribet karena bercampur minuman dan aneka macam merchandise, mbak VOA pun membantuku memasang microphone di dada kiri dan PIN VOA yang kukenakan di sebelah kanan dan dengan kepedean yang merasuk sukma (alah) entah dari mana, lha wong biasanya aku sama sekali engga pedean orangnya, dengan santainya aku langsung jadi presenter dadakan. 

Tanpa latihan lagi, langsung aja tulisan di telepromter itu aku baca. Padahal kameramen nya menawarkan, apa aku mau latihan dulu. Tapi dengan cueknya aku menggeleng. 1,2,3 dan mulai lah aku melaporkan seneng banget waktu mengucapkan kalimat " DARI EPICENTRUM WALK JAKARTA, Saya Anggia dari VOA melaporkan" 

Aduhhh....berasa jadi anchor/reporter beneran...hiks...

Fotonya sayang ngga ter up load di Fan Page VOA cuman, beruntungnya ada juga sedikit bagian dari action ku itu yang terekam...ini dia




Nah, nah belum selesai sampai disana, mba VOA bilang untuk sekalian ke Lantai 1 untuk breakout session di Orange Room, yang akan lebih detail lagi membahas tentang Kontes Ngeblog VOA, plus ngejelasin apa sich sebenernya VOA itu. Yuhuuuu dengan semangat dan lagi ringan aku naik tanggal langsung dan agak bulak balik nyariin dimana orange room itu berada dan voila!!! akhirnya ada juga dan kebagian duduk meski paling belakang.







Di orange room inilah aku mendapatkan cerita, kenyataan, fakta, kisah , dan apalagi ya kalimatnya tentang VOA dari jarak yang lumayan "dekat". Breakout session yang membuka mataku sekali tentang apa dan bagaimana VOA. Dalam 1 jam itu mereka menjelaskan tentang visi misi VOA sebagai sebuah content provider yang independent, non komersil dan sangat concern memberikan perhatian pada para jurnalis muda yang berminat menjadi reporter melalui program fellowship-nya. Sangat terasa kerendahan hati dan welcome nya Direktur dari VOA Indonesia menerangkan kepada kami tentang VOA dan program-programnya yang semuanya sebenarnya "sangat mudah terjangkau dan tidak jauh dari bayangan".

Karena selama ini aku mengira bahwa VOA berarti stasiun berita ternama yang menyuarakan semua berita tentang Amerika ke Indonesia dan menjualnya ke stasiun-stasiun TV di Indonesia untuk semua segmen acara sesuai pesanan. Tapi tidak!

Pun demikian dengan standar tinggi yang membuat kepalaku langsung pusing dan hati menciut membayangkan TOEFL yang nilainya mungkin harus di atas 600 untuk bisa diterima di program fellowship di VOA ataupun bekerja di VOA. Ternyata juga tidak.

Taukah kamu....

Betapa semua khayalan itu langsung jatuh ke bumi dan terasa dekat dengan jangkauanku ketika dengan gamblang tim VOA menjelaskan, yang bahwa justru yang terpenting yang dilihat dari seorang jurnalis di VOA adalah penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahwa penguasaan Bahasa Inggris pun penting untuk bisa berkomunikasi dengan nara sumber di Amerika, namun, pengolahan dari sumber tersebut semaksimal mungkin harus dibahasakan dengan apik dalam bahasa Indonesia yang sempurna. Bahkan pernah ada seorang pelamar dengan titel super banyak dan jebolan Universitas luar yang bicara bahasa Inggrisnya selancar bahasa Ibunya, justru ditolak ketika melamar di VOA. 

So, jangan takut, ayo ikutlah program Fellowship di VOA, demikian kata sang Direktur yang nada bicaranya lembut itu. Diputarkan pula DVD yang berisi pengalaman para peserta fellowship sebelumnya yang selama 1 tahun dibiayai sepenuhnya oleh VOA untuk bekerja selayaknya reporter sungguhan.

Berkali kali si Bapak menjelaskan dan mengajak kami untuk ramai ramai ikut program VOA Kontes Nge Blog yang bukan dilihat dari nilai hadiahnya saja, tapi kesempatan besar yang menunggunya di belakang.

Selepas breakout session, itu, dengan hati yang lega dan penuh semangat kami pulang dengan lagi lagi dibekali goodie bag yang isinya macam-macam, dari mulai PIN sampai USB. Ah senangnya.


Nah, VOA...aku berterimakasih sekali karena dalam beberapa jam acara ON OFF itu, ideas meet oppurtunities benar benar terejawantahkan dengan nyata dalam hidupku. Hari Sabtu yang menyenangkan dan tidak ragu aku mengikuti kontes nge-Blog ini plus melaporkan semua berita VOA dalam 1 tahun walau hanya dalam blog-ku yang mungkin tak berisi puisi puisi lagi, tapi tentang VOA agar lebih dekat dan lebih membumi lagi dengan generasi Indonesia





Sumber berita tentang acara ini adalah : VOAnews.com hari Sabtu, 03 Desember 2011 dengan judul berita "Para Pengguna Media Sosial Bertemu di Acara On-Off 2011

Selasa, September 6

Senja di Hati....


Di atas pasir senja pantai kuta...saat kau rebah di bahu kiriku....
Helai rambutmu halangi khusyukku.
Nikmat irama mentari yang pulang....
Aku berdiri tinggalkan dirimu
Waktu sinarnya jatuh di jiwaku...

Gemuruh ombak sadarkan sombongku..ajaklah aku wahai sang perkasa...
seperti mata dewa....seperti mata dewa....

Yang menangis tinggalkan diriku....
Yang menangis lupakanlah aku.....
Senja di Hati.....

Jumat, Juni 24

Kota Mati






I Love Malang..
malam seperti menghilang seperti menghilang
hitam dan putih masa lalu
telah membisu
semua berakhir disini...
tempatku mulai bermimpi....

Masih benahi disini
Engkau pulang tak merpati..

Udara kini berubah di kota mati...
Seperti kisah masa lalu
Kini membisu
Coba benaku berbisik
suara yang tak menarik
hatiku MATI disini
terdiam dan tak menahan,,,,
coba dengar ku berbisik

suara yang tak,,,

MASIH BERTAHAN SISA MIMPI MIMPIKU DI KOTA INI...
Kini bertahan sisa mimpi mimpiku
di kota ini....

SEMUA BERAKHIR DISINI...TEMPATKU MULAI BERMIMPI..
HATIKU MATI DISINI.....DAN TAK MENGERTI..

Kamis, Juni 23

Mungkin Hatiku...

KASIDAH CINTA DEWI-DEWI
Ku jatuh cinta..kepadamu.. saat pertama bertemu...

Salahkah Aku terlalu mencintai
Dirimu...yang tak mungkin mencintai aku..
Oh Tuhan Tolong
Aku langsung jatuh cinta...kepadamu...
Cinta pada pandangan pertama yang...
Cinta yang bisa merubah jalan hidupku jadi lebih berarti.....

Oh mungkin...
Hanya keajaiban Tuhan....
Yang bisa jadikan hambanya yang manis
menjadi milikku..
Aku langsung jatuh cinta kepadamu...
Cinta pada pandangan pertama yang..
Cinta yang bisa merubah jalan hidupku jadi lebih berarti...

Rabu, Juni 15

Melihatmu Diam...Jangan Diam

Tak Tahan aku sebenarnya, melihatmu diam

Sungguh.

Rasanya seperti tangis tertahan yang siap meledak di permukaan
Seperti kupaksa duduk di kursi meski kutau itu berpaku
Seperti minum jamu dari bahan yang paling getir dan bau.
Tapi kulakukan demi melihatmu tersenyum

Aku tak tahan melihatmu diam..
Ingin tau perasaanmu padaku..

Ada tangis kehilanganku dariku
Baru saja kuingin tumpahkan perasaanku

Meski nyata otakku mengejek dan tertawa.
Biar asal aku tau kita bisa bahagia..

Jangan diam
Bicaralah
Aku tau kau tau perasaanku
Meskipun aku bukan tukang ramal dan nujum
Meskipun sudah kulepaskan semua negatifku demi kau..
Kamu membuatku berpikir lurus dan jernih
Keluguanmu membuatku bertahan
Menopangku bahkan…

Jangan diam ya..
Bicara saja…

Aku tau kau ingin mengungkapkan
Bukan kau tidak bisa
Tapi hanya….tidak bisa memulai dari mana..

Selasa, Juni 14

Sekelebat Hati

Terselip di serabut memori..
Sekelebatan melintas lagi.
Say hello pada mimpi
Terhenyak hangat

Kenapa bisa?
Bukanku ingin menoleh
Bukanku ingin bodoh dan menyempatkan singgah
Bukan..

Hanya...
Kenapa bisa?
sekelebat datang tanpa aba-aba.
Bukan rasa..
Apalagi luka lama
Ini cerita yang belum sempat terselesaikan...


Sore yang penuh senyum
Anggie

Kamis, Juni 9

I WILL SURVIVE

At first I was afraid
I was petrified
I kept thinking
I could never live without you by my side
But then I spent so many nights
Just thinking how you'd done me wrong
And I grew strong
I learned how to get along
So now you're back
From outer space
I just walked in to find you here
Without the look upon your face
I should have changed my f-ing lock
I would have made you leave your key
If I'd have known for just one second
You'd be back to bother me

Oh now go,
Walk out the door
Just turn around now
You're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to break me with desire
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I
I will survive
As long as I know how to love I know I'll be alive
I've got all my life to live
I've got all my love to give
I will survive
I will survive
Yeah, yeah

It took all the strength I had
Just not to fall apart
I'm trying hard to mend the pieces
Of my broken heart
And I spent oh so many nights
Just feeling sorry for myself
I used to cry
But now I hold my head up high
And you see me
With somebody new
I'm not that stupid little person still in love with you
And so you thought you'd just drop by
And you expect me to be free
But now I'm saving all my loving
For someone who's loving me
Oh now go,
Walk out the door
Just turn around now
You're not welcome anymore
Weren't you the one who tried to break me with desire
Did you think I'd crumble
Did you think I'd lay down and die
Oh no, not I
I will survive
As long as I know how to love I know I'll be alive
I've got all my live to live
I've got all my love to give
I will survive
I will survive
Yeah, yeah

Jumat, Mei 27

Hari Ini Perutku Kembung

Perutku Kembung
Engga jelas melendung
Dan sangat menganggu
Sungguh menganggu

Makan pro maag
Makan tolak angin
Minum air anget
semua sudah dilakukan
tapi tetap kembung menggelembung..

pengen buang angin jadinya..
mungkin setelah itu melegakan..

Eh, tapi bukannya tidak sopan untuk seorang wanita mengatakan buang angin? kalao di jaman ibu ku mungkin mengatakan itu sangat tabu
Tapi sekarang kukatakan bahkan lewat blog ku yang mungkin saja dibaca orang..mungkin sich enggak yakin juga soalnya...

Btw, aku sekarang juga merasakan sebuah hal yang aneh..
sebuah keanehan yang memang sudah sangat akrab dalam hidupku..
Karena memang anggie identik dengan keanehan bukan?

Oh ya, keanehan yang aku rasakan itu bermuara pada satu hal..
Karena kembungnya perutku...

Dari dulu aku selalu bermasalah dengan perut...

Ah..kenapa jd ngomongin soal perut?
Entahlah.
Dari perut turun ke kaki
Mengaku kembung padahal sakit hati

Rabu, Mei 25

He's Just Not That into You





He's Just Not That into You..

Berkali kali kalimat itu kuucapkan dalam benakku..
Kuulang lagi dan kusuntikkan ke kepalaku sambil membayangkan wajahnya yang sama sekali tak lagi menimbulkan getar atau apapun juga

He's Just Not That into You..
Meski kupaksakan untuk mengingatnya dengan positif
Sampai kubaca secret dan metode berpikir positif yang ternyata bulshit
Memang sama sekali tidak ada yang bisa kuambil hikmahnya
All of that just crap..
Tidak ada yang positif..
Tidak juga bisa diambil hikmahnya.
Tidak bisa dikatakan berguna

Mengatakan aku terlalu bodoh juga tak adil
Tak adil namanya ini
Terlalu keras pada diri sendiri itu namanya..

Jadi lebih tepatnya apa ya?
Rasa terimakasih karena mengisi interval kekosongan karena kekalahan?
Halah...pusing...

He's just Not That into You..

Selasa, Mei 24

Hari ini Otak ku Buntu

Iya..

Sebenernya apa sich yang kucari
Ke depan ke belakang
ke kiri ke kanan
maju mundur

Tengok kiri kanan ngga jelas..

Seharian kerjanya cuman buka fesbuk sama detik.com
Males enggak tertolong lagi.
Mau nulis cerpen novel baru satu kalimat udah mampet..
Biasanya aku nulis kalau lagi dalam keadaan gelisah dan sakit..
Dalam kepala pusing dan sakit kepala yang amat sangat malah biasanya kalimat mengalir lancar..

Hari ini Sontoloyo banget...
Dari pagi seharian isinya cuman maju mundur enggak karuan
Minum obat diet bukannya ga napsu makan malah nafsu nampar orang...

Buka BBm gonta ganti status...
pengennya dibaca "dia"..
Padahal teuing maca teuing heunteu...

GR.COM judulna mah..
Ah biarin aja..namanya juga usaha..
Toh dia takan pernah tau blog ku..

Tapi yang paling menyebalkan adalah,
otakku buntu..
Hari ini sungguh otakku buntu
tulangku linu


Padahal dingin tidak..
Patah hati sudah terlalu sering..
Tidak punya uang ah..never proble,..
Allah selalu menolongku...

Aku ingin sekali kembali...
ke masa dimana aku
tidak berharap apapun..

Sabtu, Mei 21

Aku cinta Allah



Walau kembang kempis hatiku merangkai maknaMu....

Tapi aku bersyukur..
karena setiap detik adalah pemberianMu.
setiap air mata Kau perhitungkan..
setiap rasa sesak Kau Tau...

Aku membiru abu-abu hingga ungu pun atas ijinmu pasti..

Ya Allah
masih aku merangkain makna setiap detiknya..
setiap yang mudah yang berlalu...
yang semudah itu berlalu..
dan bersama tangis yang membuat orang bosan dengan keluhku

Tapi sesungguhnya Kau Tau aku bersyukur..
Kau selamatkan aku dalam setiap tarikan nafasku..
yang pasti untuk misiku entah apa itu...

Orang tua kah?
Aku kah?
Mati kah?
Hidupkah?

Aku tidak pernah tau
seperti saat ini jari jariku tak bisa berhenti mengetik..
seperti saat ini air mataku tak berhenti mengalir...
seperti saat ini semua pertanyaanku tak pernah terjawab

Tapi Kau yang Maha Tau aku sabar..
Kau Tau aku pasti kembali padaMu
Karena aku yang memerlukanMu..
Karena tidak ada yang bisa kuandalkan selain bersujud padaMu..
dengan mukena yang basah dan terasa asin oleh air mataku

Aku yakin ada orang baik di luar sana
yang pasti Kau sediakan untukku,..
meski aku selalu melabelkan diriku tak pantas mendapatkannya
Tapi aku yakin Kau pasti menyediakan untuk ku...
sudah diubun ubun sesakku ya Allah...

Aku tetap berbaik sangka padamu Ya Allah
karena Kau Maha Tau apa yang kubisikkan.,,
karena Kau yang menciptakan aku..
Kau yang menciptakan aku..
Kau tau apa yang kurasakan...

Aku yakin ada seseorang yang baik di luar sana yang kau sediakan untukku..
aku yakin ya Allah..

seperti halnya Kau selalu menyelamatkan aku setiap detiknya....

Tak pernah kelaparan aku..
tak pernah kehilangan cara untuk mencari nafkah dan rezeki dan menghidupi diriku sendiri...
karena Mu ya Allah...
Aku yakin karena Allah memang ada.
seperti halnya aku yakin Kau akan mempertemukan jalan dengan seseorang yang baik untuk ku...Aamiin

Minggu, Mei 8

Ingin Mengerucut dan Hilang

Itu statusku hari ini..
muak rasanya..
seperti berasa begini salah begitu salah
nonton TV malah bikin tambah resah,
beritanya badut kurang ajar sontoloyo pengkhianat ga tau malu para anggota DPR yang bodoh dan kehilangan hati nurani karena uang, sampai kecelakaan pesawat terbang..

laptopku jungkir balik begini tetap kupaksakan nulis...ah biarlah..blog blog ku sendiri ko..

yang mau baca sukur, enggak juga aku engga apa apa...daripada harus beli ke gramedia buku diary dan pulpen warna warni seperti jaman aku sekolah dulu kalau ingin menumpahkan isi hati..

sekarang semuanya gampang..tinggal nulis di blog dan sukur sukur senang dibaca orang..

Ah.entah kenapa...detik ini, yang terpikir di benakku hanyalah..
aku ingin shrink , mengerucut...dan hilang..just dissapear...

Minggu, April 24

Jendela yang lama..

Ketika jendela lama yang sudah berkarat teralisnya
Dan usil aku menengok ada apa di baliknya...
Tergerai usang ternyata
Tergerus waktu dan debu

Berlelah mencari makna
tenggelam dalam percuma
meski pernah sangat manis rasanya

Tuhan aku tau waktu milikMu
Tuhan aku tau setiap dimensi kuasaMu
dan aku timbul tenggelam dalam lipatanNya

Kepercayaan padaMu padaMu dan padaMu..
Menopangku di permukaan..
aku tak tenggelam

Senin, April 11

Rumah Hantu itu Menenggelamkanku

CHAPTER I, TAMU BARU

Sebenarnya ini bukan novel. Bukan juga cerita ilmiah. Bukan Jurnal bukan pula artikel. Jadi apa dong?

Ini sekedar coret coretan bermakna, well, kuharap memang bermakna. Dari Aku yang udah lama banget mengkhayal pengen menulis biografi tentang diriku sendiri. Karena secara selama ini aku kenyang dan hampir muntah menuliskan cerita hidup orang lain yang entah benar entah tidak. Kebanyakannya aku bumbui sendiri biar rame dan aku banyak dapat fee.hihihi

Jadi menuliskan tentang ini kisah kasih, eh ini kisah nyata, memang sudah lama sekali ingin kulakukan. Hanya waktu dan mood nya susah sekali Aku dapetin. Mood untuk menulis itu luar biasa susahnya. Setidaknya mood untuk nulis novel atau cerita ku sendiri...(Kalau untuk menulis artikel sehari hari, rasanya suicide kalau aku depend on my mood, secara pekerjaan ku di bidang ini)

Jadi dengan mood yang akhirnya tertangkap dan juga berdasarkan 30 menit sisa waktuku hari ini karena kebetulan aku bisa menyelesaikan pekerjaan 30 menit lebih cepat setelah menulis artikel dari NYAMUK SAMPAI SEMANGKA diakhiri LAPORAN YANG MENYEBALKAN, akhirnya bisa juga aku dapatkan waktu untuk menulis kisahku sendiri...

Pertama aku menginjak rumah hantu itu, Well, waktu itu absolutely aku engga tau itu rumah ada wewe gombel, kunti, jin dan teman-temannya. Lha wong aku baru kelas 5 SD. Jadi pikiran apa sich yang ada di benak bocah umur 11 tahun, yang belum semaju bocah bocah ber blackberry and Ipad sekarang..?

Untuk ukuran anak-anak, aq termasuk berani karena engga minta ditemani tidur oleh Ibuku. Padahal di rumah yang relatif besar dengan arsitektur Jawa Belanda itu cukup besar dengan 4 kamar di dalamnya. Dan sewajarnya anak kecil biasanya tidur minta ditemani...

Karena satu dan lain hal aku engga punya lagi file foto rumah bersejarah ini. Yang pasti kira kira bentuknya seperti ini. Tapi kurang lebih ya...mirip dech.. sereman rumah bersejarahku soalnya hehehe..(AKU PUNYA SAUDARA SAUDARA, SETELAH PULANG BULAN MARET TAHUN 2013 INI, DENGAN NEKAT KUFOTO RUMAHKU DULU YANG ENTAH SEKARANG SUDAH JADI MILIK SIAPA, UNTUNG TIDAK ADA ORANG DAN AKU TIDAK DISANGKA MALING KARENA SEMBARANGAN FOTO FOTO TANPA IZIN SEREMM YAAA...MASIH ANGKER SEPERTI DULU..LEBIH MALAH INI DIA)

Btw, kulanjutkan lagi, memang rumah dengan tipe-tipe seperti ini, selalu bikin aku rada gimana gitu. Jangankan rumah kuno. Rumah biasa aja, kalo bagi penglihatanku serem ya serem...kemampuanku untuk "merasakan" dan 'melihat" apa yang engga bisa dilihat orang emang bikin aku rada ribet kalau melihat sebuah objek.

Kembali ke cerita...

Untuk ukuran bocah 11 tahun, di rumah sebesar itu..aku termasuk berani. Dan dengan cueknya aku minta di kamar yang paling depan yang paling gelap. Yang berdekatan dengan gudang, yang jarang dan tak pernah terkena cahaya...

Rumah ku itu....

selain kurang lebih kuno dan besarnya sama dengan yang ada di gambar, tegelnya (tile) dinginnnnnnn banget.. bercampur antara hitam bening dari granit yang keras dan warna kuning. Kalau ibuku menyuruh aku ngepel lantai, sekali srutttt aja dengan gaya jongkok dan kutarik mundur si lap pel ke belakang itu lantai langsung bersih... enggak perlu pake super pel dan dikipas kipas pake kardus kaya di mall mall. Langsung bersih dan bening dan harum...Tanpa sabun super pel atau wipol berlebihan. Cukup air saja. Meski ibuku seringnya memakai super pel warna ungu aroma Lavender yang entah kenapa kuterapkan di kosan ku sekarang wanginya tak pernah sama dengan rumah itu...dengan wangi nya sentuhan Ibuku yang mulia hatinya...(mam, sambil menulis bagian ini kok ya pas windows media playerku memutar lagu Ibu dari Iwan Fals, jadi weh nangis...whoaaaaa......:'(

Jadi, gambarannya sudah pada lantai ya...sekarang beranjak pada bangunannya.. Bangunan rumah Jawa jaman Belanda...atau jaman apa ya,..kira kira jaman Belanda lah mengingat itu rumah memang terlihat kuno diantara rumah lainnya, dengan jendela yang besar-besar seperti ini. Rumahku itu letaknya di gang..

Dalam gang tapi jangan dibayangkan seperti gang kumuh di Jakarta dimana satu rumah lainya berdempetan. Oh No!

Gang kampungku bersih, kanan kirinya berjejar pot bunga. Nah, rumahku ini berdiri dengan gagahnya di pojok gang yang bercabang, jadi nyingkur gitu lah (nyingkur teh bahasa Indonesianya: memojok hihihi)

Antara rumahku dengan tetangga sebelah kiriku persis dihalangi oleh gang kosong yang oleh ibuku sering dijadikan tempat jemuran plus juga tempat ia membakar bakar sampah, karena hobby ibuku memang membakar sampah hihihi..sampai suatu saat hampir kebakaran hihihi...Ah nanti saja ini terlalu jauh..

Rumah no 94 itu bercat hijau. Maklum. Warna yang sangat norak dan menyatakan betul identitas pemilik sebelumnya yang seorang tentara. Teralis besi yang tinggi-tinggi dipasang di hampir semua jendela. Jendelanya di depan pintu ada 2, jendela yang besar, namun tampak suram karena terhalangi pohon jambu batu lebat yang dengan cueknya ditanam pemilik lama, sehingga jika dilihat dari depan makin tidak karuan. Daun-daunnya menjuntai menutupi jendela rumah.

Pintu pagar rumahku yang terbuat dari besi (rata-rata emang dari besi ya?hihihihi)kalau hendak membuka atau menutup harus dicantelkan (bahasa Indonesianya apa?) dikaitkan begitu ya, dan harus dengan sekuat tenaga karena sudah berkarat. Lagi lagi yang biasanya sukses menggemboknya hanya Ibuku, karena setauku dari kecil, Ibuku adalah perempuan hebat sedunia, yang paling kuat fisik mentalnya tak tertandingi. Itulah Ibuku.

Aku sendiri sering tak perduli untuk menggemboknya, secara masih kecil dan belum terlalu concern akan masalah keamanan atau sejenisnya. Tapi yang kuingat setiap pintu besi itu terbuka derit nya mirip game horor kesukaan ku dan kakakku tersayang, silent hill...srett...cekitttt begitu bunyinya

Konon, kalau masuk ke sebuah rumah, ternyata kau merasakan sejuk, adem, meski tanpa AC, katanya rumah itu terberkati,dilindungi Allah, dikunjungi Malaikat, apalagi jika penghuninya selalu mengaji. Aamiin.

Nah masuk ke rumahku juga dingin. Tapi dengan catatan dingin ya..bukan sejuk. Dinginnya tuh kira-kira campuran antara hawa dingin Malang yang lembab tapi kering dan dingin karena ada "sesuatu" yang emang dingin.,.. Nah loh gitu lah gambarannya...

Karena rumah dahulu atapnya tinggi, sirkulasi udaranya sehat. Jadi tidak bisa dikatakan pengap. Ruang tengah selalu terkena cahaya matahari yang masuk dari jendela samping. Karena jendela depan tertutup si juntaian pohon jambu tadi.

Tapi..hanya kamar depan dan yang kutempati lah satu satunya kamar yang gelap..selalu gelap. Sudah letaknya berdempetan dengan Gudang, dekat dengan ruang tamu yang tertutup pohon jambu dan si pohon mangga yang meski kecil tapi sampai detik ini bagiku tetap menyeramkan. Dan ironisnya bocah kecil gendut yang polos dan hobby menulis alias aku inilah yang memilih kamar itu untuk kutiduri selama 5 tahun lamanya.

Oya FYI , beberapa saat setelah kami pindah masuk ke rumah itu, anak-anak kecil enggan lewat depan rumah nomor 94 bercat hijau norak itu. Kenapa? karena pemilik sebelumnya baru saja meninggal. Lah meninggalnya wajar atau tak wajar aku tak pernah konfirmasi. Intinya anak anak pasti memilih jalan memutar kalau hendak pergi ke mushola. Padahal, jika lewat rumahku jaraknya lebih dekat. Tapi mereka lebih memilih berolah raga sedikit alias memutar daripada lewat rumahku.

Yang kuingat betul setiap bulan ramadhan, dan pulang tarawih, kalau terpaksa betul lewat depan rumahku mereka akan berlari sekuat tenaga dan anak perempuannya menjerit jerit karena dikompori anak laki laki yang berteriak "ndas ngglundung...!!ndas ngglundung!!!" artinya kepala menggelinding..

IH AKU SAMA SEKALI ENGGAK PERCAYA KALAU BAGIAN KEPALA MENGGELINDING INI...lagipula aku termasuk orang yang percaya adanya alam lain, makhluk lain, tapi hanya berupa energi...energi yang sama seperti kita....saling tarik menarik...tapi mereka tidak mungkin memvisualisasikan bentuk mereka seperti yang kita lihat di film2...So..apalagi dalam bentuk kepala menggelinding seperti itu.

Tapi....

Yang menganggu pikiranku saat ini, jika aku menerawang lagi ke masa itu...adalah wajar jika mereka berteriak...bagaimana tidak...?

Bagian yang paling menyeramkan di bagian rumah ini belum aku ceritakan...

Sebenarnya, di bagian dapur, dengan pintu kayu yang diberi palang dari kayu pula...(Ibuku sering membuka si pintu berpalang ini dan malam-malam melihat bintang dan bulan sehabis sholat tahajud)si pintu berpalang ini menghadap ke halaman belakang dimana ada pohon Jambu air...(jadi ada 3 pohon totalnya, jambu bangkok di teras depan dan pohon mangga, di belakang jambu air, pantes banyak hantu!!!)dan dibawah si pohon jambu air ini ada sebuah lubang. Kutanya ibuku lubang bekas Apa Mam? dan Ibuku menjawab "Mungkin bekas sumur"

Well...si lubang itu kecil, ditutup potongan batu. Tapi demi Tuhan, dalam sekali...cahaya matahari yang jelas menyorot pun membuatku hanya bisa melihat dasarnya samar-samar. Karena memang aku sering membuka lubang itu dan iseng-iseng (lagian ngapain juga ya...buka buka lubang...bisa aja ada ada sadako muncul) melihat ke dalam lubang itu dan membuang "sesuatu" ke dalamnya.

Nah "sesuatu" ini lah yang kupikir akar dari semuanya..

Membuang sesuatu yang masih kulakukan sampai sekarang. Tapi tak mungkin kupublikasikan di forum ini.

Bukan narkoba lah..jelas...tp lebih ke yang sangat pribadi. Wanita pasti tau....nah tau kan...nah ya itu...sesuatu itu tidak kucuci. Langsung bulat bulat kubuang begitu saja ke dalam sumur.eh si lubang bekas sumur itu...

Nah di halaman belakang tempat si pohon jambu air dan si sumur ini berada dikelilingi tembok yang tinggi menjulang yang memberi kesan seram. ini fotonya sumur itu dibawah si pohon-pohon.Inilah mungkin salah satu sebab yang membuat anak anak sering berlari begitu melewati rumahku...karena kesan yang tertangkap penuh misteri...mungkin ya...ada apakah gerangan di balik tembok itu.






Rahasia Ibuku

Maunya cerita ini berurutan, dari tahun ke tahun seiring usiaku dari sejak tinggal di rumah edan itu sampai detik aku menulis ini. Tapi aku yakin sekali bukan jadi blog yang menyenangkan tapi akan jadi buku biografi membosankan dan menyebalkan seperti yang biasa kutulis untuk para klien yang menghire aku jadi ghost writer mereka.

So, aku akan skip bertahun tahun dan akan ku buat falsh back saja, macam slide slide dalam power point yang menampilkan sekilas info dan jika ingat akan kurangkai sedemikian rupa sampai nyambung lagi.


Yo wisss....balik lagi ke sub judul...Rahasia Ibuku...

Well, suatu saat Ibuku dengan polosnya, karena memang sifat ibuku ini unik, netral, cuek, dan sering tidak menyadari bahwa efek celetukannya akan berakibat domino dan tsunami bagi yang tidak siap mendengarnya. Tapi itu Ibuku dulu, Ibuku sekarang masih sama namun jauh lebih bijaksana dan kupuja. Satu persamaannya, Ia tidak pernah complain...tidak seperti Aku..Miss Mengeluh...

Nah dengan polosnya Ibuku bercerita sambil makan malam (entah makan entah nonton tv aku lupa) saat itu aku SMU (kebayang enggak berapa tahun aku skip cerita ini, dari bocah 11 tahun ujug ujug SMU) dia bilang yang pada intinya mengatakan bahwa di kamar yang kutempati sebenarnya berhantu..(Mam...kenapa kau tega sekali hihihihi bertahun tahun baru cerita kalau justru di kamar itulah sebenarnya perkumpulan makhluk yang tak berwujud tapi "terasa" itu berkumpul...ugh..Mam...pernyataan kau sekarang semakin membuat ku harus di ruqiyah hihihihi.)

What?!!
"Berhantu gimana?"tanyaku dengan tangan gemetar. antara campuran dingin, takut dan kesal. Masih dengan cueknya Ibuku menjawab, yang pada intinya beliau tidak pernah bercerita padaku karena bukan karena tidak ada kamar lain. Karena ketika aku minta kamar terpisah itu, dia bingung ingin menempatkanku di kamar mana, sedangkan kamar utama tempat orang tua menyatu dengan ruang sholat. Kamar terbesar dihuni kakakku di bagian paling belakang (padahal biasanya bagian belakang rumah paling menyeramkan ya, dalam film film!Ini mah kebalik, kamar kakakku justru bertaburan cahaya. Tapi ah sebenarnya...Ah nanti saja ceritanya)

Jadi kamar satu satunya yang tersisa ya kamar depan dekat gudang itu. Ibuku tau tapi tidak kuasa mengatakan pada anak kecil seumurku (11 tahun). Ibuku bercerita dia "tau" dan "merasa" bahwa di kamarku dan di ruang tamu yang tertutup pohon jambu itu ada si onyon...eh ada sesuatu.

Bahkan saking gelisah dan resahnya namun anak-anak nya dan Bapakku tidak bisa diajak berbicara, akhirnya Ia curhat ke Ua-ku, kakak tertua ibuku. Dan dengan sigapnya langsung mengirimkan puluhan ayat sakti..eh suci untuk dibaca oleh Ibuku. Jadi ibuku berpraktek semacam ghost buster begitu..

Nah berhasil apa tidak Ibuku mengusir penghuni itu atau tidak itulah pertanyaan yang paling penting dan mendasari semua persoalan dan akar masalah keanehan yang menenggelamkanku ini

Sampai detik ini pula Ibuku tidak pernah jelas menjawabnya. Pertama karena jelas ia bukan ghost buster, yang kedua Ia tidak sepeka dan tidak bisa "melihat" seperti aku....

Yang pasti katanya, suatu saat setelah sholat dan akan mengucapkan salam, ia merasa begitu beratttttt, yang membuatnya susah sekali untuk menoleh karena ia merasa di belakang kirinya ada yang melihatnya dengan tajam..bentuk dan wujudnya ibuku tidak mampu menggambarkan, mungkin saking tak beraninya melihat karena ia yakin kalau ia membua mata ia akan melihat apa yang tidak mau ia lihat.

Pernahkah kau merasa seseorang sedang memperhatikanmu, meskipun kau tidak melihatnya langsung dengan kedua matamu, tapi hanya sudut matamu saja? Tapi kau merasa ada yang sedang melihatmu? Nah itulah gambaran kira kira Ibuku...tak berani membuka mata karena yakin ia tidak sanggup melihatnya. Ibuku terus membaca doa dan tak menoleh ke sudut itu...antara pohon jambu dan ruang tamuku...Ibuku sholat di dalam kamarku,mungkin sebagian dari ritualnya sebagai ghost buster hihihi...

Dan di ruang tamu itu, di kamarku yang selalu gelap tanpa cahaya itu.... Disitulah ibuku tersayang dan yang paling kuhormati sedunia melihat si hantu belau itu. Yang justru ironisnya kutempati bertahun tahun lamanya.

Itu dari perspektif ibuku. Kalau aku sendiri gimana?

Bersambung Ah..aku mau pulang sudah magrib...dan mataku mulai kunang kunang...


Jati Diri yang Tidak Dicari

Kalau orang sibuk mencari jati diri pada masa masa katanya sekitar yah...usia belasan..mungkin sekitar umur 13-18 begitu ya..
Masa labil, emosional, mempertanyakan ini dan itu, membantah ini dan itu, menyangsikan ini dan itu serta menggampangkan ini dan itu..

Well, kalau aku wah semua hal tersebut masih kulakukan sampai detik ini..hihihi
Wah berarti sampai setua ini aku belum menemukan jati diri duonk?

Tidak...itu manusiawi as a human being, sebagian dari kita pasti perna melakukan dan mempunyai sifat sifat di atas...

Yang kumaksud aku tidak mencari jati diri karena memang aku sudah menemukannya sejak kecil...


Since i was kid, aku sudah tau apa yang aku mau...Aku mau jadi reporter, pembaca berita, penulis pokoknya segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia jurnalistik.

Jadi tanpa kusadari pola hidupku sudah kurajut sejak dulu...Aku tau mesti kemana bagaimana dan dari segi pendidikan harus bagaimana dan kemana...


Tapi...

Di luar segala cara resmi dan logika itu...

Yang paling mengesankan ku (yeee GR banget, kepedean dsb) adalah supporting sistem otak dan jiwa ku mendukung sekali untuk mewujudkan cita citaku jadi penulis yang walaupun belum kaya tapi setidaknya aku bisa hidup...

Aku imajinatif,

Aku suka menulis dan diary ku dari SD sampai kuliah tersimpan rapi dalam kardus sampai kertasnya berubah warna...


Tapi karangan tentang rumah ini bukan imajinasi belaka
sungguh
Aku merasa akar permasalahan yang membentuk Aku menjadi Aku yang sekarang adalah karena rumah itu...


Kenapa aku sering berbicara sendiri?
Kenapa aku sering sekali bercermin dan berbicara seolah olah aku dua?
Kenapa Aku senang sekali berbicara pada aku yang lain seolah dia sangat hidup

Kalau ia teman imajinasiku, bukankah menghilang saat aku akil balig?
Tapi Ia tetap ada sampai detik ini..
Ia hidup sekali...
Kenapa...

Hampir setiap hari sampai detik ini, di saat aku merasakan sesuatu yang buruk, bad mood, berantem, baik sama setan atau manusia :) kesel sedih atau segala hal yang negatif pasti divisualisikan dalam mimpiku berupa rumah itu..kamarku itu, pojok ruang tamu itu dan pintu berpalang yang menghadap halaman belakang itu..

Sudah belasan tahun kulewati masa sejak aku terakhir menginjak rumah itu...Tapi sampai detik ini segala sesuatu yang buruk pasti dalam mimpiku rumah itu menjadi setting utamanya...

Anehnya, aku kecil, aku ABG sampai aku sedewasa hari ini, aku selalu berada dalam rumah itu....tidak pernah keluar...berputar putar saja. Kulawan dengan segala ayat yang mendadak macet kalau kubaca (suka begitu kan kan mimpi dikejar setan?) sampai aku meraung2 menangis pun aku tak bisa keluar dari rumah itu...

Kecuali aku mendadak terbangun...

Air Terjun dan Aku


Duduk di sekolah dasar kelas 6 SD ketika itu...pertama kalinya aku diajak rekreasi keluar sekolah dengan teman teman sekolahku yang baru..Perasaanku senang...karena perasaan bocah kecil yang keberadaannya semula dianggap aneh dan tak wajar di lingkungan yang baru kumasuki.

Bayangkan saja, lahir dan besar di Bandung, dengan segala macam eksistensinya, aku tiba tiba harus pindah ke kota baru...yang tidak pernah ku tau bahkan di peta sekalipun. Tapi pikiran bocah SD macam aku tak macam macam.Mendapat teman baru pun sudah cukup. Berpisahlah aku dengan teman temanku di Bandung yang kukenal sejak aku lahir dan pindah menuju lingkungan baru yang sama sekali asing

Kalau sekarang kuanalisa kondisi seperti ku seharusnya bukan hal yang aneh. Anak tentara, diplomat, polisi, atau anak siapa lagi lah yang pekerjaan bapaknya mengharuskan pindah pindah tugas, kerja atau ditugaskan, pasti anak -anaknya ikut pindah juga.

Jadi akupun ikut saja. Tanpa banyak bertanya. Walau sesungguhnya banyak kesedihan yang tak pernah terungkapkan dan menyesakkan yang membentuk pribadiku sekarang.

Ini bukan curhat colongan. Sekali lagi seharusnya dipandang dari sisi positif psikologis seorang anak yang tercerabut dari lingkungan yang kondusif kemudian ditempatkan di lingkungan yang sama sekali baru tapi mau tak mau harus dijalani karena tidak bisa berbuat apa-apa.

Dimusuhi? dianggap aneh? anak kota besar masuk kota kecil..heheh dulu Malang masih kota kecil sekarang udah jadi kota terbesar kedua di Jawa Timur yaakkk pisss

Dimusuhi, dianggap anak aneh yang bahasanya tak sama dengan mereka..
Tapi itulah aku, mungkin karena pengaruh sisi something di dalam diriku yang entah bagaimana bisa membantuku...Saat aku tidak diajak bicara teman teman baruku, aku bicara sendiri saja dengan teman khayalanku..

Ah singkat kata proses adaptasi yang luar biasa kulakukan sendiri..

Singkatnya pula aku akhirnya berhasil tune in dengan mereka dengan segala caraku..

Sampai suatu saat aku diajak mereka ke air terjun itu...

Aku senang sekali...pertama kalinya keluar dengan teman teman baru yang judes dan juteknya minta ampun itu akhirnya kami bisa bersama sama..

Lokasinya d Batu...kota administratif, kota satelit, atau apa ya istilahnya kota dalam kota gitu lah, soalnya dia lebih besar dari kecamatan, tp bukan kota utama. Semacam tangerang dekat Jakarta, atau Bekasi gitu..

Tapi ini kota sangat dingin dan bagiku yang kebetulan menyukai Gunung, aku suka suasanannya, udaranya, dan aura nya...di setiap tempat aku selalu merasakan energi...

Pertama kali melihat air terjun di daerah ini dan pertama kalinya dalam hidupku, karena ketika di Bandung aku otomatis tak pernah kemana mana karena masih sangat kecilnya aku..
seperti yang terlihat dalam gambar ini. Bagi mereka yang melihatnya dengan biasa berpikir biasa dan hanya melihatnya sebagai objek saja, air terjun ini tidak berarti apa-apa. Sangat biasa. Bahkan mungkin lebih banyak yang indah dari ini


Tapi Aku tidak...
Tak kudengar guruku menerangkan mengapa bisa terjadi air terjun. Proses terbentuknya dan sebagainya. Aku justru lebih menaruh perhatian dan sanat tertarik legendal di balik si coban (bahasa jawa untuk air terjun adalah coban)

Konon katanya di bawah air terjun ini ada sebuah Gua, dimana di gua ini tinggal seorang putri yang cantik karena suaminya mati bertarung dengan lelaki lain yang hendak merebut si putri.

Namanya juga dongeng, legenda, mitos, ia ada untuk menerangkan kepada mereka yang senang memahami dari sudut pandang non ilmiah..

Aku ingat saat teman temankecilku tak ada yang berani terjun untuk berenang, aku lepas sandal dan langsung berani bermain ke tengah..

Tapi aku tak ingat apa guruku ikut nyebur atau tidak yang pasti Aku hanya ingat aku berteriak teriak kesenangan bermain di bawah air terjun itu. Padahal bahaya. Tapi aku senang sekali. Ada perasaan tak tergambarkan. Lagi pula tidak terlalu ke dalam, aku masih bisa menginjak bebatuan. Namun untuk anak anak seumur itu, tidak ada yang berani berenang. Paling hanya bermain di pinggirnya saja.

Di Kamar itu Semalam

Seperti yang aku bilang sebelumnya. Aku akan buat mini story ku ini sesuka suka ku..hehe..walau maksa orang lain baca secara aku udah tag tag gin ya... Tapi anyway kalau keberatan di tag ya sudah di remove saja...

Semalam, aku mimpi, dan seperti biasa..kalau sedang gelisah, setting tempat nya pasti rumah ijo norak berhantuitu...

Tapi, waktu nya berjalan...Aku tetap aku yang sekarang..dengan semua orang orang yang pernah kutemui dan berinteraksi dalam hidupku..

Tapi orang orang baru ini, kalau sudah berinteraksi denganku dan kubawa ke dalam rumah itu dalam mimpiku, sudah dapat dipastikan, di ketok palu,,legitimated, pasti orang itu dan aku akan berkonflik ria...

Apa coba sebabnya?

Lah justru itu pertanyaaanku seumur hidup..

Seolah olah energi dalam rumah itu tak pernah melepaskanku keluar...

Ya Allah sampai kapan?

Air Terjun dan Aku 2

Kenangan mengenai rekreasi ke air terjun itu benar melekat di benakku. Karena aku senang menulis, terinspirasi dari senangnya aku di air terjun itu aku bisa menulis 1 cerita pendek yang meskipun di tolak oleh majalah/penerbit, tapi aku senang sekali, karena di redaktur memberikan komentar tulisan tangan dibawah naskahnya...

Dia bilang: cerita oke, judul kurang menarik! hihihi..(padahal mah ganti we judul teh, maklum sama anak SMP!, dasar kehed!)

Jadi naskah cerita itu memang tidak pernah terpublikasikan..tapi ibuku membacanya, dan komentar; bagus katanya. Pertama karena aku anak gadisnya, masa dia menjelekkan anaknya sendiri. Yang kedua dia emang rada kurang suka baca hihihi.

Aku ingat sekali : nama perempuannya niken..nama lelakinya aku lupa..intinya percintaa antara hantu dan manusia...

Astaga....padahal umurku masih 13 waktu itu....mengirim cerita ke majalah remaja dengan tema yang menurutku agak radikal untuk anak ukuran seumuranku waktu itu...anak dulu kan belum se global sekarang pikirannya.

Sabtu, April 2

Laptopku Jungkir Balik

Tak pernah kutau artinya merindu.....
Namun kau selalu di mataku....
cepatlah kembali,,,,kau...telah lama pergi
tinggalah bayangmu di dalam lamunanku.

Dengan laptop yang terjungkir balik begini pun aku masih senang menulis
Senang sekali aku menulis
Padahal aku tidak tau apa yang kutulis
Padahal aku tau aku hanya mengganti diary dengan notebook ini
Tidak ada makna yang dapat dipungut dan dicerna orang lain kecuali aku sendiri

Tapi memeluk laptop yang terjungkir balik dengan keypad yang luar biasa enak begini aku sudah terobati
rasanya berbagai macam pikiran yang berseliweran astaga bahasa apa ini? berserabutan di pikiranku berebut ingin keluar dan kutuliskan melalui dua jariku..karena dari dulu aku menulis dengan sebelas jari alias dua telunjuk meski kecepatannya sama dengan mereka yang dulu kursus mengetik sepuluh jari,,,

saat menulis begini intinya tertemani..bahasa apa lagi ini...merasa tak sendiri meski kenyataannya begitu..
Ada sebuah proyeksi...aduh ngomong apa sich
biarin ah blog blog ku sendiri ko mau ngomong apa terserah yang penting aku ingin begini

Kamis, Maret 31

Gone With The Wind


Suka sekali dengan novel epic yang menceritakan love story di balik perang sipil Amerika abad 18..

Ada banyak quotes di novel itu yang aku suka, malah jadi pedoman hidup. Misalnya Scarlett O Hara (tokoh cewek legendaris di novel itu) yang bilang : Tommorow is Another Day, bahasa gampangnya besok ya besok aja gw pikirin gimana nanti aja.

Kalau dia pusing dia akan bilang, engga akan aku pikirkan sekarang kepusinganku, kupikirkan besok aja..jadi ujung2 nya sebenernya dia engga mau mikir tentang hal yang emang ngga mau dia pikirin.

Dulu aku begitu...
setiap hal aku pikirin dari a-z semua mua aku pikirin...
Bahkan sebisa mungkin aku akan memikirkan even yang belum terjadi..

Sekarang engga lagi..
Aku hanya memikirkan apa yang terjadi sekarang saja
Tapi sambil berpikir dan yakin tentang apa yang belum terjadi.
Mikirnya yang baik baik saja

Tapi bukan tentang novel ini yang aku ingin bicarakan...
tp tentang hatiku sendiri

Jumat, Maret 25

Sesampainya Aku di Pantai (Perjalanan ke ujung sukabumi Part 2)


Sesampainya aku di pantai
Rasanya mengerikan
Mungkin karena aku tak begitu suka pantai
baik dulu maupun sekarang
Mauku ke tempat itu karena terlanjur janji dengan sepupuku


Sunset akan menjelang ketika aku datang
Twilight atau di senja yang remang kalau bahasa Indonesianya
Badan lelah belasan jam tersiksa dalam kapsul bermesin dan berjendela 8
remuk redam mencari penginapan
tapi tak ada satupun yang menawarkan
Mereka bilang ini akhir pekan dan liburan
tawaran menginap di rumah warga adalah pilihan

"Tidur di atas karang aja yuk teh?"
Agak freak memang sepupuku itu, tapi memandang lepas pantai tak satupun orang

Kupikir, ini pantai pribadi apa tempat jin buang anak?
Kenapa tidak satupun orang kulihat
Atau mungkin aku datang salah waktu dan tempat.


Akhirnya..menemukan karang yang lebar dan aku bisa memanjatnya dengan mudah
Berjongkok dan berfotolah aku dan sepupuku disana.

Tapi esensinya bukan foto itu

Di Pantai sendirian (berdua sepupuku tepatnya) berbaring di karang (kuat banget kami ya) melihat matahari yang menuju pulang....

merinding.....
rasanya Tuhan melihat ku langsung....
rasanya langit tersenyum

Bukan kata kata hiperbola ini mah
betul

Ujung Genteng yang sepi dan hanya satu dua orang yang lewat saat itu
Bikin aku (entah sepupuku) merasa tarik menarik dengan energi yang tak kelihatan.

Before Sunrise


Ini bukan judul fim
tapi setelah mewati sunset dengan sukses di atas karang
mataku mulai tak bisa kompromi

"Jalan ke pantai pangumbahan aja yuk" ajakku
tapi niatku urung terlaksana begitu tau jaraknya kurang lebih 30 menit naik ojek, kebayang kalau jalan betapa jauhnya!!

So...aku dengan arah menuju ke pantai pangumbahan dengan harap harap semoga ada yang menawari penginapan..

Ada satu dua ibu ibu yang mengajak kami untuk singgah
Tapi perasaanku mengatakan jangan Nggi..


Tapi akhirnya kakiku tak kuat lagi...

Ketika akhirnya ada warung yang oleh pemiliknya di klaim sebagai "kafe" menawarkan ku untuk singgah dengan harga inap yang sangat murah.

Daripada bermalam di pasir pantai sunyi dan takut tinggal nama esok paginya, aku langsung mengiyakan saja, tanpa curiga kafe apa yang kusinggahi itu.

TERNYATA OH MY GOD

warung remang remang di bibir pantai tempat supir, tukang ojek, dan lelaki kelas murahan tak jelas yang gemar melepaskan kebutuhan dengan resiko tertular penyakit kelamin.

"Jangan tidur teh, kita harus tetap waspada!" saran sepupuku.

"Ho-oh" kataku mengamini.


Bersambung lagi ah,,tunduh

Nah kulanjutkan lagi ya, tau ngga kelanjutan cerita ini detik ini kutulis lagi berselang 2 tahun dari jarak kalimat di atas...kalimat di atas terakhir kutulis tahun 2010, dan sekarang sudah tanggal 27 Februari 2013, which 2 tahun lebih 2 bulan...


Gila yah..yah itulah mood seorang penulis...yah kalo aku boleh menyebut diri sendiri penulis...yaelah gapapalah yang memuji diri kita awalnya adalah diri kita sendiri dulu. Untuk menciptakan percaya diri dan itu perlu.

Kalau aku lagi ngga mood mbok sampai kapan juga ga akan aku jabanin..paling cuma baca doang

Nah setelah itu akhirnya aku sama sepupuku itu masuklah ke kafe itu...bukan kafe sekali lagi warung remang remang.


Masalahnya kenapa aku mau aja masuk ke warung itu karena aku sudah lelah berjalan..alah...jauh banget dari pantai tempatku berdiri ke penginapan. Ada sich penginapan yang kelas melati tp dia nawarin harga yang bagaikan bintang 5..what the F.

Mungkin dia berasa satu-satunya penginapan yang berdiri di tengah pantai itu..

Jadi berasa belagu aja gitu..

So akhirnya aku sama sepupuku itu bertekad masuk ke warung itu hanya agar enggak keleleran tidur dipantai takut diperkosa ikan hiu...hihihihihi

Eh tapi...ada tapinya...

Yang melegakanku adalah warung si Madam ini (bayangkan si pemilik warung aja udah mengenalkan dirinya sebagai madam, alias terang terangan mengaku germo) punya kamar mandi alias WC yang bersih.

Bersih aja gitu...

Ya untuk ukuran di pantai yang jauh dari air bersih ini kamar mandi sangat layak untuk petualang kesasar dan amatiran kaya aku...

Setelah mandi bersih padahal mah tunduh sekali, aku ditawari pop mie. Sepupuku terus mengawasiku dengan ketat karena, ini si madam rupanya sedang mengincarku untuk jadi salah satu anak buahnya. ASTAGA!!!


Masa wajah segini polosnya, segini innocentnya dikira perempuan begituan.

Mungkin karena polosnya itu dia langsung mengira aku komiditi fresh yang laku dijual... wihhhh


Akhirnya aku paksa untuk terjaga terus dan waspada , takutnya dia melakukan sesuatu bagaikan di film film misalnya ngasih aku obat apa gitu...

Akhirnya aku enggak kuat sama sekali ..tidurlah aku dengan sepupuku yang ibaratnya dia tidur tapi setengah terjaga kaya pendekar pendekar di novel silat yang pernah kubaca.

Sunrise yang Indah di Ujung Genteng


Foto yang aku pasang di atas ini adalah sore hari waktu itu sunset yah, pasa baru nyampe banget tuh. 
Nah, foto yang ini : pas waktu bangun tidur kira kira jam 4.30 matahari antara enggan terbit dan tidak. Karena langit tetap kulihat biru pucat seperti malam, tapi ada seberkas (kok bahasanya mendadak dangdut gini ya) seberkas cahaya putih samar samat di ufuk timur. Hmmm,,merinding juga aku kalau inget foto ini lagi. Berasa kembali ke hari itu. Jadi gimana ya..bayangin aja, bangun tidur hanya 3 jam dengan badan remuk redam karena berbaring di kasur kapuk yang tipis dan bau apek tapi seprainya lumayan bersih, dan keluar ke pantai hanya kami berdua.

Sumpah...cuma kami berdua. Aku dan sepupuku. Dalam hatiku, pantas disebut pantai perawan dan pantas aja disebut masih original. Karena memang belum banyak terjamah orang. Boro boro turis yang surfing kaya di kuta. Ini mah pure only the two of us aja yang pagi itu jalan di pantai yang sumpah sepi. So that why i hate beach. Hihhh...takan ku ulang..

Nah, keindahannya memang harus diakui. Kalau aku penggila pantai mungkin bisa dikatakan menemukan surga. Bayangin aja cuman berdua di pantai seluas itu. Mana lihat kedepan langsung ke laut lepas yang berbatasan dengan Samudra Hindia apa gitu..kalau engga salah. Dan airnya masih sangat bening sekali. Bening luar biasa. Bahkan binatang laut, bintang laut, dan something creature Who i dont know how to call it bisa langsung kereka, begitu aja di Sony Erricson W 380 ku..Edan ya...dengan hape jadul itu. Aku udah bawa bebe saat itu. Tapi BB dengan kamera yang masya Allah jeleknya. Kalah ama Soner. Nah, akhirnya aku menyebut diriku lebih ke orang yang memanfaatkan keindahan pantai itu untuk ber narsis ria dan bukan karena seneng banget pantai itu. Ah panjang lah..

So pagi itu dihabiskan dengan jalan dari ujung ke ujung pantai. Sebetulnya ada fotoku yang jalan sendirian di pantai. Saking masih bersihnya, aku inget deh, angel yang diambil adik sepupuku somehow membuatku tampak kaya difoto dimana gitu.... Bagus..tapi sayang enggak bisa ku up load disini. 

Air Terjun Cikaso/ Curug Cikaso

Nah -nah lebih bisa kusebut aku pecinta air terjun daripada pantai. Kenapa aku suka air terjun pernah kubahas di postinganku sebelumnya. Berkaitan dengan masa laluku dan masa kecilku yang memang rada aneh sebelumnya

Well, sehabis berpamit ria sama si Madam dan membayar biaya menginap semalam yang seadanya, dan dia juga bersedia dibayar seadanya, akhirnya aku dan sepupuku dengan senang hati meninggalkan si Madam dan penginapan freak nya itu. Warung merangkap rumah bordil. 

Aku meninggalkan pantai itu dengan berjalan kaki menuju gerbang. Kalau bisa disebut gerbang. Karena waktu Desember 2010 ini, saat kejadian ini, gerbang ucapan selamat datang pun seingatku tidak ada. Yang ada sebagai penanda hanya batu besar.

Aku berjalan sambil menghitung uang dalam saku jacket C2 oranye kesayanganku. Tinggal 400 ribu sekian. Yah Well, harus cukup sampe Jakarta gimanapun caranya. Hari itu entah bagaimana. Sempet kepikir numpang truk aja sekalian macam sapi. Tapi kok ya kebangeten. Akhirnya aku dan sepupuku yang menganggap diri kami sebagai petualang sejati dengan padahal cenderung tolol dan nekad akhirnya alhamdulilah tertolong lagi. Setelah lama berdiri di ujung jalan ada angkot yang lewat. Dia bilang mau ke Surade. Aku inget deh, angkotnya berwarna merah. Dan aku melihat wajah supir angkot itu berasa bagaikan pria penolong paling tampan sedunia. Karena di ujung dunia antah berantah gitu kok ya ada angkot lewat. Karena hari masih pagi dan perut enggak terlalu laper (kami sempat sarapan pop mie panas di warung Madam) kami akhirnya naek angkot itu dan wussssss...terasa cepat. Di tengah jalan kami liat peradaban sudah semakin kentara. Ada bocah perempuan berseragam SMP naek angkot dan kalau sekarang mirip Fatin Shidqia Lubis X Factor Indonesia deh. Persis aku inget.

Aku tanya itu bocah, dengan pertanyaan konyol tapi bagiku untuk meyakinkan kalau aku bukan berada di negeri hantu. Aku tanya dia, " halo sekolah dimana, kelas berapa dan punya facebook engga?" hihihihi.

Dan jawab dia : punya! Ahhh...leganya.....ternyata aku ada di dunia normal.

Dalam Apitan Air Terjun Mistis Hihihihii
Turun dari angkot itu yang hanya membayar 4000 each, kalau enggak salah. Aku mampir dulu di warung bakso. Nah soal si bakso ini menyenangkan juga. Dan memorable, karena enak banget. Beneran deh. Empukkkk banget. Penjualnya juga manis, dan manusia dan bukan Madam, dan wajahnya baik baik. hahahahaha...

Aku tanya dia, kalau kami mau ke curug Cikaso sebelum pulang ke Jakarta. And she said, lebih baik naik ojeg aja. Jadi bisa keburu bulak balik dalam waktu 1 jam. Intinya harus jam 11 paling lambat harus udah meninggalkan Surade menuju Sukabumi.

So, aku dan sepupuku langsung kembali sepakat melakukan kenekatan yang konyol dan berbahaya. Apa coba? Naek ojeg dibonceng 3. Astaga!!!.

Kata abank Ojeg nya, " Hayulah neng di 3 weh " (Ayo , dibonceng jadi bertiga ajah). Gila ya..padahal badanku tidak langsing. Yah demi menghemat uang plus dikampung pula jauh dari polisi aku langsung HAP naek ke ojeg dan menuju Curug Cikaso.


Curug Cikaso