apakah benar hanya kau.
kurasa tidak juga
apakah mungkin jalanku menuju kau?
kadang bahkan sering kuragukan itu.
tapi hatiku yang lain bertanya
mengapa sulit kutemukan kekuranganmu/
setiap kuberhasil menemukannya
setiap kali pula tersadar betapa semunya
tanpa cela
tanpa cacat
setidaknya itu tampaknya kau terlihat
Kenapa sulit sekali untuk mengatakan bahwa memang tak mungkin
tak mungkin
tak mungkin
Perutku masih sering mendadak kram dan mulas setiap namamu melintas
Jantungku berdebar mendadak setiap kau melintas dalam benak
Ya Tuhan
sampai kapan aku seperti ini?
berpijak tapi tak menapak
berdiri tapi goyah
tersenyum tapi pura pura
kadang ketulusan yang kupikir kupunya
satu satunya kupunya adalah
saat aku dengan menerima kau sepenuhnya
dengan segala ketidakmungkinan yang kau punya..
sku mencintai kekuranganmu
aku memuja kekuranganmu
yang bagiku justru hasil
dari pencarianku selama ini
Pencarianku, Keyakinan, Keraguan, Keharusan, Keanehan, Kelebihan, Harapan-Harapan
Senin, Juni 14
Jumat, Juni 11
BUKAN KAMU
Mungkin aku adalah sesuatu yang terlewatkan olehmu
Mungkin bagimu bertemu denganku terlambat lima atau sepuluh tahun
Entah kenapa mengenangmu kali ini sesulit aku melupakanmu
Tak ada lagi rasa
Hanya menyisakan pertanyaan mengapa
Mengapa
dan mengapa
meski seharusnya tak perlu lagi dipertanyakan mengingat
sudah terlanjur terjadi
Tapi adalah wajar jika aku bertanya
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
bertemu denganmu lagi sama sekali tidak pernah melintas
dalam salah satu khayalanku yang terliar sekalipun
Namamu sama sekali tidak pernah tercatat dalam radar otakku sejak dulu
Karena aku tak bahkan tak berani membayangkan itu
Mungkin Allah meletakanku pada posisi itu
Mempersilakanku masuk pada jalan yang sudah dibukaNya
berani atau tidakkah aku masuk dan menyapa takdirNya.
Tapi tidak
Kebodohan dan ketidakmampuanku mengalahkan perasaan dan pikiran
membuatku akhirnya tak jadi menjalani jalan itu.
Jalan salah yang kutempuh
secara tak sengaja saat denganmu
barangkali
mungkin pasti
adalah representasi
dari ketidakyakinanku
keraguanku
yang tidak mau mengakui
bahwa orangnya BUKAN KAMU
Mungkin bagimu bertemu denganku terlambat lima atau sepuluh tahun
Entah kenapa mengenangmu kali ini sesulit aku melupakanmu
Tak ada lagi rasa
Hanya menyisakan pertanyaan mengapa
Mengapa
dan mengapa
meski seharusnya tak perlu lagi dipertanyakan mengingat
sudah terlanjur terjadi
Tapi adalah wajar jika aku bertanya
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
mengapa harus kau?
bertemu denganmu lagi sama sekali tidak pernah melintas
dalam salah satu khayalanku yang terliar sekalipun
Namamu sama sekali tidak pernah tercatat dalam radar otakku sejak dulu
Karena aku tak bahkan tak berani membayangkan itu
Mungkin Allah meletakanku pada posisi itu
Mempersilakanku masuk pada jalan yang sudah dibukaNya
berani atau tidakkah aku masuk dan menyapa takdirNya.
Tapi tidak
Kebodohan dan ketidakmampuanku mengalahkan perasaan dan pikiran
membuatku akhirnya tak jadi menjalani jalan itu.
Jalan salah yang kutempuh
secara tak sengaja saat denganmu
barangkali
mungkin pasti
adalah representasi
dari ketidakyakinanku
keraguanku
yang tidak mau mengakui
bahwa orangnya BUKAN KAMU
Maha Melihat
Opick and Amanda
Seiring waktu berlalu,
Tangis tawa dinafasku.
Hitam putih di hidupku, jalani takdirku.
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa,
Segala apa yang terjadi engkaulah saksinya,
Kau yang Maha Mendengar,
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
padaMu hati bertobat.
Kau yang Maha Pengasih.
Kau yang Maha Penyanyang,
Kau yang Maha Pelindung
padaMu semua bergantung.
Yang dicinta kan pergi.
Yang didamba kan hilang
Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan.
Andai bisa kumengulang waktu hilang dan terbuang.
Andai bisa kukembali hapus semua pedih.
Andai mungkin aku bisa kembali ulang segalanya,
Tapi hidup takan bisa meski penuh dengan air mata.
Seiring waktu berlalu,
Tangis tawa dinafasku.
Hitam putih di hidupku, jalani takdirku.
Tiada satu tersembunyi
Tiada satu yang terlupa,
Segala apa yang terjadi engkaulah saksinya,
Kau yang Maha Mendengar,
Kau yang Maha Melihat
Kau yang Maha Pemaaf
padaMu hati bertobat.
Kau yang Maha Pengasih.
Kau yang Maha Penyanyang,
Kau yang Maha Pelindung
padaMu semua bergantung.
Yang dicinta kan pergi.
Yang didamba kan hilang
Hidup kan terus berjalan
Meski penuh dengan tangisan.
Andai bisa kumengulang waktu hilang dan terbuang.
Andai bisa kukembali hapus semua pedih.
Andai mungkin aku bisa kembali ulang segalanya,
Tapi hidup takan bisa meski penuh dengan air mata.
Kamis, Juni 3
Jantungku Copot dan Jatuh ke Sendal
Jantungku berebar tak karuan
selalu seperti ini
rasanya copot dan jatuh ke sandalku
selalu seperti ini
setiap kali berbicara soal hati
apalagi tadi malem
kenapa harus bales sms nya sich..
kebodohan yang doble
triple malah
sangat tolol
sms sok tak butuh
sms sok ga inget
padahal setiap inci dari tubuhnya aku ingat (eh engga juga)
intinya..menyebalkan
ya Tuhan
"istiqomahkan:ilfilku
selalu seperti ini
rasanya copot dan jatuh ke sandalku
selalu seperti ini
setiap kali berbicara soal hati
apalagi tadi malem
kenapa harus bales sms nya sich..
kebodohan yang doble
triple malah
sangat tolol
sms sok tak butuh
sms sok ga inget
padahal setiap inci dari tubuhnya aku ingat (eh engga juga)
intinya..menyebalkan
ya Tuhan
"istiqomahkan:ilfilku
Langganan:
Komentar
(
Atom
)