Pertama itu. Yang kedua, diliat liat lagi blog ku makin ga jelas arah nya kemana...semua curhatan galau. Mau bikin tentang kuliner udah kebanyakan. Mau bikin tentang travelling, jam terbang travelling ku masih pas-pasan, serba nanggung dech.
Akhirnya puisi dan puisi lagi.

Tapi hai...thanks to my manager di kantor yang tiada angin tiada hujan, mmm ada sebenernya ada sedikit angin sich mengingat dia masuk ke ruanganku waktu hari jumat itu rada sore dan tiba-tiba memberiku satu tiket yang sama sekali ngga aku lirik, pada awalnya.
Kubaca lagi..ON OFF Blogger Party Ideas Meet Oppurtunities..hmmm..*masih mikir* gimana mau dateng ya, biasanya sabtu aku tidur soalnya. Lagipula sendirian. Ini party pula. Wah udah males pokoknya pas mau jalan....
Tapi melihat tagline-nya ideas meet oppurtunities, menggelitikku juga. Pertama karena memang aku sedang ada dalam rombongan galau ditambah tagline itu mau ngga mau bikin ada harapan, siapa tau aku mengalami perubahan positif dengan mengikuti acara-acara seperti ini.
Well.. ughh..dengan menarik nafas panjang dan meregangkan otot (sebenarnya mau senam atau apa yaa) dan juga men-sugestikan diri kalau aku akan dapat kesenangan yang positif di acara itu, well akhirnya aku putuskan untuk dateng.
Sabtu 3 Desember 2011...

Nah ini tempat si acara yang tadinya masih serba ga jelas maunya apa di benakku, foto ini aku ambil dari sumber VOA dokumentasi Alina Mahamel.
Aku duduk langsung, untungnya ngga terlalu belakang. Selain datengnya emang masih masih pas pada saat jam dimulainya acara, juga karena emang pas aku dateng pas Pak Anies Baswedan, Rektor Paramadina yang kuidolakan lagi berbicara di depan. Beliau membuka acara.
Ada satu kalimat atau pernyataan beliau yang aku garisbawahi dan aku cam-kan baik baik di pikiranku, kata beliau :
"BERHATI -HATILAH DENGAN APA YANG KAU TULIS, KARENA TULISAN ANDA AKAN ABADI"
Hihh serem juga..bener juga, kalau aku selama ini sering nulis status galau di FB, atau ikutan nyela orang di Twitter tanpa tau konteksnya apa, atau curhatan galau di blog ku, gimana kalau suatu saat anak cucu dan keturunanku baca, mungkin ada dalam pikiran mereka kalau nenek moyangnya orang yang pesimis. Wah dari kalimat Pak Anies aja aku pola pikirku sudah langsung termotivasi untuk berubah.
Well, selepas pak Anies bicara dan hiburan dari Panji and the gank, aku merogoh goodie bag-ku dan kuambil formulir yang tadi langsung diberikan Mbak Mbak VOA begitu aku masuk, formulir nya sampai ada dua. Disitu ditulis VOA KONTES NgeBlog.
Sekali lagi entah kenapa dalam dua jam pertama ikut acara ON OFF itu banyak pernyataan dan pemandangan, kalau bisa disebut pemandangan, yang mengubah pola pikirku seketika. Kalau enggak boleh minder, enggak boleh ngebunuh ide sendiri, ngga boleh ngerasa aku engga bisa apa -apa dan sebagainya.
Termasuk pola pikir buat apa aku ikut kontes nge blog segala? VOA pula! Hello!!!!yang nyata nyata content provider berita ternama di seluruh dunia, yang ngga mungkin banget ada hubungannya sama blog aku yang kebanyakannya puisi sedih.
Tapiiiiii....aduh....aneh dueh...aku dengan ringan melangkah dengan lancar selancar jariku yang sedang mengetik sekarang, ke booth-nya VOA yang kebetulan ada di sebelah kiri dari tempatku duduk.

Dan sekali lagi mbak yang ramah di booth VOA itu memberiku formulir. Belum selesai sampai disitu, mbak VOA yang
aku enggak tau namanya siapa, tapi makasih ya mbak.....menawari aku untuk jadi presenter dadakan.
What??!! waduhhh spontan aku menggeleng. Walau dari jaman dahulu kala aku emang bercita cita jadi reporter or anchor tapi ga kesampaian, aku ngga pede sama sekali. Emang iya sich, mbak VOA ini enggak cuman menawariku aja, tapi ke setiap pengunjung booth. Nah, dia juga ngga maksa cuman senyum aja liat aku menolak. Tapi, begitu kulihat lagi pengunjung sebelumnya yang mencoba, lagi-lagi pola pikirku berubah. Bener dech acara ON OFF ini membawa banyak perubahan positif secara instan dan akhirnya aku berubah pikiran. Aku mengangguk mau dan mbak VOA langsung mencatat namaku.
Oke, dengan goodie bag di kanan-kiri bahuku dan ribet karena bercampur minuman dan aneka macam merchandise, mbak VOA pun membantuku memasang microphone di dada kiri dan PIN VOA yang kukenakan di sebelah kanan dan dengan kepedean yang merasuk sukma (alah) entah dari mana, lha wong biasanya aku sama sekali engga pedean orangnya, dengan santainya aku langsung jadi presenter dadakan.
Tanpa latihan lagi, langsung aja tulisan di telepromter itu aku baca. Padahal kameramen nya menawarkan, apa aku mau latihan dulu. Tapi dengan cueknya aku menggeleng. 1,2,3 dan mulai lah aku melaporkan seneng banget waktu mengucapkan kalimat " DARI EPICENTRUM WALK JAKARTA, Saya Anggia dari VOA melaporkan"
Aduhhh....berasa jadi anchor/reporter beneran...hiks...
Fotonya sayang ngga ter up load di Fan Page VOA cuman, beruntungnya ada juga sedikit bagian dari action ku itu yang terekam...ini dia

Nah, nah belum selesai sampai disana, mba VOA bilang untuk sekalian ke Lantai 1 untuk breakout session di Orange Room, yang akan lebih detail lagi membahas tentang Kontes Ngeblog VOA, plus ngejelasin apa sich sebenernya VOA itu. Yuhuuuu dengan semangat dan lagi ringan aku naik tanggal langsung dan agak bulak balik nyariin dimana orange room itu berada dan voila!!! akhirnya ada juga dan kebagian duduk meski paling belakang.

Di orange room inilah aku mendapatkan cerita, kenyataan, fakta, kisah , dan apalagi ya kalimatnya tentang VOA dari jarak yang lumayan "dekat". Breakout session yang membuka mataku sekali tentang apa dan bagaimana VOA. Dalam 1 jam itu mereka menjelaskan tentang visi misi VOA sebagai sebuah content provider yang independent, non komersil dan sangat concern memberikan perhatian pada para jurnalis muda yang berminat menjadi reporter melalui program fellowship-nya. Sangat terasa kerendahan hati dan welcome nya Direktur dari VOA Indonesia menerangkan kepada kami tentang VOA dan program-programnya yang semuanya sebenarnya "sangat mudah terjangkau dan tidak jauh dari bayangan".
Karena selama ini aku mengira bahwa VOA berarti stasiun berita ternama yang menyuarakan semua berita tentang Amerika ke Indonesia dan menjualnya ke stasiun-stasiun TV di Indonesia untuk semua segmen acara sesuai pesanan. Tapi tidak!
Pun demikian dengan standar tinggi yang membuat kepalaku langsung pusing dan hati menciut membayangkan TOEFL yang nilainya mungkin harus di atas 600 untuk bisa diterima di program fellowship di VOA ataupun bekerja di VOA. Ternyata juga tidak.
Betapa semua khayalan itu langsung jatuh ke bumi dan terasa dekat dengan jangkauanku ketika dengan gamblang tim VOA menjelaskan, yang bahwa justru yang terpenting yang dilihat dari seorang jurnalis di VOA adalah penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahwa penguasaan Bahasa Inggris pun penting untuk bisa berkomunikasi dengan nara sumber di Amerika, namun, pengolahan dari sumber tersebut semaksimal mungkin harus dibahasakan dengan apik dalam bahasa Indonesia yang sempurna. Bahkan pernah ada seorang pelamar dengan titel super banyak dan jebolan Universitas luar yang bicara bahasa Inggrisnya selancar bahasa Ibunya, justru ditolak ketika melamar di VOA.
So, jangan takut, ayo ikutlah program Fellowship di VOA, demikian kata sang Direktur yang nada bicaranya lembut itu. Diputarkan pula DVD yang berisi pengalaman para peserta fellowship sebelumnya yang selama 1 tahun dibiayai sepenuhnya oleh VOA untuk bekerja selayaknya reporter sungguhan.
Berkali kali si Bapak menjelaskan dan mengajak kami untuk ramai ramai ikut program VOA Kontes Nge Blog yang bukan dilihat dari nilai hadiahnya saja, tapi kesempatan besar yang menunggunya di belakang.
Selepas breakout session, itu, dengan hati yang lega dan penuh semangat kami pulang dengan lagi lagi dibekali goodie bag yang isinya macam-macam, dari mulai PIN sampai USB. Ah senangnya.

Nah, VOA...aku berterimakasih sekali karena dalam beberapa jam acara ON OFF itu, ideas meet oppurtunities benar benar terejawantahkan dengan nyata dalam hidupku. Hari Sabtu yang menyenangkan dan tidak ragu aku mengikuti kontes nge-Blog ini plus melaporkan semua berita VOA dalam 1 tahun walau hanya dalam blog-ku yang mungkin tak berisi puisi puisi lagi, tapi tentang VOA agar lebih dekat dan lebih membumi lagi dengan generasi Indonesia
Sumber berita tentang acara ini adalah : VOAnews.com hari Sabtu, 03 Desember 2011 dengan judul berita "Para Pengguna Media Sosial Bertemu di Acara On-Off 2011